Rabu, 16 Januari 2013

Trik Bernapas Saat Lari Agar Tidak Ngos-ngosan

Bernapas dengan benar adalah aspek yang sangat penting ketika seseorang berlari agar ia tidak merasa sesak napas. Untuk itu ketahui trik bernapas yang benar ketika sedang berlari.

Kebanyakan orang berpikir olahraga lari hanya mengandalkan kaki dan bantuan dari lengan, itu salah. Karena sistem pernapasan memainkan peran penting dalam efektivitas pelari. Jika ia mampu membawa lebih banyak oksigen maka ia akan lebih kuat dibanding temannya.

Ketika berlari maka secara alami seseorang akan kehabisan napas, karena otot-otot membutuhkan oksigen lebih banyak saat melakukan aktivitas fisik. Selain itu paru-paru juga bekerja lebih keras untuk menyerap oksigen dari udara.

Memiliki pola pernapasan yang efisien saat berlari akan membuat seseorang lebih efektif dan efisien dalam mendapatkan oksigen ke otot sehingga meningkatkan daya tahan dan bisa berlari lebih jauh serta lebih nyaman.

Mengoptimalkan ritme napas adalah hal yang sederhana, ikuti langkah-langkah berikut untuk membantu mengembangkan pola pernapasan ketika berlari, seperti dikutip dari Lifemojo, Kamis (23/2/2012) yaitu:

1. Bernapas dari mulut
Menggunakan mulut untuk napas memungkinkan lebih banyak oksigen yang masuk dan karbon dioksida yang keluar dibanding dari hidung. Jika mencoba bernapas dari hidung sambil berlari membuat otot-otot wajah mengencang dan rahang cenderung mengepal atau mengeras.

Sedangkan napas melalui mulut akan mendorong otot-otot wajah untuk rileks sehingga menciptakan ketenangan dan lebih santai. Jika mulai merasa kehabisan napas maka perlambat sedikit larinya.

2. Gunakan pernapasan perut lebih sering
Cobalah bernapas dari perut atau diafragma dan bukan dada. Cara melatihnya berbaring terlentang dan lihat gerakan perut saat bernapas. Jika seseorang bernapas dengan benar maka seharusnya perut naik dna turun setiap kali napas, sementara dada kurang bergerak. Lakukan teknik ini saat berlari.

3. Mengambil napas pendek dan dangkal
Menariknapas terlalu panjang dan dalam bisa membuat seseorang tidak mampu belari jauh atau lama, untuk itu bernapaslah pendek secara dangkal sehingga leih mudah mengatur napas.

4. Napas yang dilakukan berirama
Hal utama yang perlu diingat adalah sebaiknya menarik dan mengeluarkan napas secara konsisten atau berirama, terlepas dari seberapa cepat seseorang berlari. Misalnya ada orang yang setiap 2 langkah lari baru mengambil napas, tapi ada juga yang 3 langkah setiap napasnya. Pola ini disesuaikan dengan kondisi tubuh.

5. Dengarkan napas Anda
Gunakan telinga untuk mengontrol pernapasan. Jika mendengar napas mulai terengah-engah maka kurangi kecepatan berlari, jika sudah mulai stabil bisa secara perlahan ditingkatkan kecepatannya.

Bernapas dengan benar akan sangat penting untuk menurunkan stres dan meningkatkan stamina fisik yang tepat. Belajar untuk fokus pada pernapasan saat berlari memang tidak mudah, tapi hal ini bisa dilatih ketika sedang berjalan hingga nantinya tubuh menjadi terbiasa.


DETIK.COM

Rutin Berolahraga Setiap Hari Tingkatkan Prestasi Belajar Anak

Anak-anak sekolah sebaiknya meluangkan waktu setidaknya 1 jam sehari berolahraga untuk meningkatkan prestasi sekolahnya dan mengurangi obesitas. Sebuah penelitian di AS menunjukkan bahwa murid SD yang lebih aktif fisiknya cenderung mendapat nilai tes yang lebih baik dibandingkan teman sekelas yang kurang fit.

"Olahraga teratur dapat meningkatkan kemampuan akademik siswa dengan meningkatkan aliran oksigen ke otak," kata Dr Aric Sigman, anggota Society of Biology seperti dilansir The Telegraph, Senin (12/3/2012).

Dr Sigman menyarankan bahwa pelajaran olahraga yang berkualitas juga memiliki dampak jangka panjang pada pendidikan anak dibandingkan ruang kelas biasa. Pernyataan ini dikemukakan untuk menjawab kekhawatiran makin banyaknya anak-anak yang menghabiskan waktu dengan duduk karena terpaku pada acara televisi, internet dan video game.

Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa hampir 9 dari 10 orang anak-anak tidak berhasil meluangkan waktu 60 menit setiap hari untuk berolahraga. Dr Sigman bersikeras bahwa aktivitas fisik adalah kunci untuk mengurangi obesitas pada anak-anak sambil meningkatkan kecerdasannya.

"Anak-anak sebaiknya menghabiskan waktu setidaknya satu jam sehari melakukan beberapa aktivitas fisik. Aktivitas fisik yang berat jauh lebih baik daripada yang sedang. Jangan khawatir bahwa rutinitas ini akan mengurangi prestasi karena menyita sedikit waktu belajar," kata Dr Sigman.

Sebuah penelitian di Amerika Serikat membandingkan kapasitas otak dan nilai tes antara dua kelompok anak berusia 9 - 10 tahun. Salah satu kelompok lebih banyak melakukan aktivitas fisik dibandingkan kelompok lainnya. Temuan menunjukkan bahwa siswa yang lebih bugar memiliki kapasitas otak 12 persen lebih besar dibandingkan teman-teman sebayanya dan mendapat skor lebih baik dalam tes penalaran spasial dan kognitif.

Penelitian terhadap remaja laki-laki di Swedia juga menemukan bahwa murid yang lebih bugar cenderung memiliki IQ tinggi dan melanjutkan kuliah ke universitas.

"Aktivitas fisik dapat membantu proses kognitif anak dengan meningkatkan aliran darah dan oksigen ke otak. Hal ini meningkatkan kadar norepinefrin dan endorfin untuk mengurangi stres dan memperbaiki mood, meningkatkan faktor pertumbuhan yang membantu menciptakan sel-sel saraf baru dan mendukung hubungan sinapsis sel otak yang penting dalam proses belajar," kata Dr Sigman.

Olahraga Yang Baik Untuk Jantung

Tidak perlu menjadi atlet untuk menjadi bugar. Membiasakan diri berjalan cepat setengah jam setiap hari akan menjamin kebugaran tubuh. Menjadi bugar membantu tubuh merasa lebih sehat dan memiliki lebih banyak energi untuk bekerja dan bersenang-senang.

Meningkatkan kebugaran sangat baik bagi jantung, paru-paru, tulang, dan persendian. Manfaatnya juga dapat menurunkan risiko serangan jantung, diabetes, tekanan darah tinggi, dan beberapa jenis kanker. Jika sudah mengalami satu atau lebih gangguan kesehatan ini, berolahraga akan membantu tubuh mengendalikan berbagai masalah kesehatan lainnya sehingga tubuh merasa lebih baik.

Seberapa jauh latihan aerobik dapat meningkatkan kebugaran tergantung pada seberapa baik tubuh menggunakan oksigen. Manfaat ini tergantung pada kondisi jantung, paru-paru, dan otot. Setiap aktivitas yang membuat jantung berdetak lebih cepat dapat meningkatkan kebugaran. Kebugaran yang diperoleh dari latihan aerobik ini disebut juga 'kardio'.

Kardio adalah singkatan dari latihan kardiovaskular, yaitu setiap latihan yang membuat jantung bekerja lebih keras untuk sementara waktu. Latihan ini termasuk jogging, bersepeda, atau berenang.

Seperti dilansir HealthDay, Kamis (15/3/2012), berikut adalah aktivitas fisik yang dibutuhkan agar jantung tetap sehat.

Lakukan aktivitas aerobik dalam taraf sedang selama minimal 150 menit setiap minggu. Aktivitas ini dapat dilakukan dengan cara apapun yang disuka. Bisa saja dengan:


  1. Berjalan kaki selama 11 menit dua kali sehari secara rutin atau 22 menit sekali setiap hari.
  2. Berjalan-jalan setengah jam 3 hari dalam seminggu dan pada 4 hari sisanya disi dengan 15 menit berjalan kaki.
  3. Berjalan-jalan selama 45 menit setiap hari.

Bisa juga dengan melakukan aktivitas yang lebih berat seperti berlari minimal 75 menit dalam seminggu. Kegiatan ini membuat napas lebih lega dan detak jantung lebih cepat daripada saat beristirahat. Aktivitas ini dapat dilakukan dengan cara apapun yang disuka. Bisa juga dengan:

  1. Berlari selama 25 menit 3 kali seminggu.
  2. Berlari selama 15 menit 5 kali seminggu.

Anak-anak membutuhkan lebih banyak aktivitas. Doronglah agar anak-anak berusia 6 - 17 tahun mau melakukan olahraga dalam taraf sedang hingga berat minimal 1 jam setiap hari.

Salah satu cara untuk mengetahui seberapa keras olahraga yang dilakukan adalah mengukur tingkat detak jantung. Detak jantung yang aktif tidak hanya membantu menjaga kesehatan jantung dan paru-paru, tetapi juga membantu tubuh tetap fit.

Kesehatan Gigi Cermin Kesehatan Tubuh Manusia

Gigi merupakan gambaran secara menyeluruh kesehatan manusia. Banyak penyakit yang diderita oleh seseorang tersebut awal mulanya berasal dari kesehatan giginya, akibat dari  kuman atau bakteri yang ada di rongga mulut masuk kedalam tubuh dan menyebabkan munculnya penyakit seperti penyakit jantung, ginjal dan lain-lain. Untuk itu sangat penting bagi setiap orang untuk merawat giginya dengan baik agar kesehatan tubuhnya tetap terjaga.
Demikian disampaikan Drg. Hastoro Pinyadi, Sp.Pros Ketua Program Studi Kedokteran Gigi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta  (KG UMY) saat ditemui disela-sela pemeriksaan gigi gratis yang dilaksanakan di Rumah Sakit Gigi dan Mulut Pendidikan (RSGMP) UMY, Senin (15/10).
Menurut  Hastoro, cara ideal dalam merawat gigi sebenarnya ini sangat mudah dan tidak memerlukan biaya yang mahal . “Cara yang paling ideal dalam merawat gigi adalah dengan menggosok gigi dua kali sehari dengan bersih lalau memeriksakan gigi ke dokter gigi setiap enam bulan sekali dengan begitu kesehatan gigi dan anggota tubuh kita akan tetap terjaga” ujarnya.
Sementara itu Drg. Iwan Dewanto direktur RSGMP-UMY menambahkan  bahwa  kesadaran masyarakat akan kesehatan giginya saat ini masih kurang. K” Hal karena masyarakat baru peduli dengan kesehatan giginya jika giginya terasa sakit dan ada keluhan. Kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kesehatan gigi inilah yang perlu terus menerus kita tingkatkan” tambahnya.
Iwan mengungkapkanpemeriksaan gigi gratis ini dilakukan selama tiga hari mulai hari Senin – Rabu (15-17/10) selain itu dengan adanya pemeriksaan gigi gratis di RSGMP UMY ini maka dapat membantu meningkatkan kesadaran masyarakat untuk lebih menjaga kesehatan gigi dan tubuhya. “Masyarakat juga harus lebih rajin memeriksakan giginya. Jangan hanya ketika sakit gigi baru ingat dan datang ke dokter gigi,” ungkapnya.
Iwan juga memaparkan bahwa kesehatan gigi itu juga berkaitan dengan cara dan waktu kita menggosok gigi. Sebab jika cara menggosok giginya salah dan terlalu lama jangka waktunya justru akan menyebabkan penyakit. “Gosok gigi itu yang benar adalah setiap kita selesai makan, jadi berapa kali kita gosok gigi itu tergantung berapa kali kita makan ditambah lagi dengan sebelum tidur. Karena kalau sisa makanan itu terlalu lama menempel pada gigi kita dalam jangka waktu 6-7 jam itu akan membuatnya sulit dibuang dan akan menimbulkan lubang gigi,” paparnya.
“Hal yang perlu dibenarkan pula adalah cara menggosok giginya. Jika menggosok giginya terlalu kencang, enzim pad gigi akan terkikis. Padahal menggosok gigi itu sendiri ada dua fungsi. Pertama, untuk membersihkan giginya. Dan kedua, untuk memijat gusinya. Karena gusi kita itu sudah memiliki pertahanan, jadi kalau tidak benar menggosok giginya akan membuat gigi kita rusak. Jadi pilih bulu sikat gigi yang halus, dan menggosoknya bukan hanya maju- mundur tapi juga harus naik-turun,” jelasnya.
 Lebih lanjut Iwan juga mengatakan bahwa kegiatan pemerikasaan gigi gratis ini juga memberikan manfaat tersendiri bagi mahasiswa kedokteran UMY. “Dengan adanya kegiatan ini mahasiswa menjadi tahu apa yang menjadi kebutuhan masyarakat, agar mereka bisa mengerti dan jiwa pengabdiannya bisa tumbuh. Karena kita tidak menciptakan dokter gigi yang notabene bekerja hanya untuk mencari uang saja,” tuturnya.

Aktivitas Olahraga

Selama aktivitas fisik yang kita lakukan maka akan terjadi perubahan denyut nadi sebagai respon untuk mengangkut O2 ke otot yang sedang beraktivitas. Naik turun tangga diperkirakan sama dengan olahraga dengan berjalan kaki yang dapat meningkatkan denyut nadi dan membakar kalori.
Jantung merupakan organ yang sangat penting dan mempunyai pengaruh yang sangat besar dalam melakukan aktivitas sehari-hari. Jantung mempunyai tugas untuk memompakan darah ke seluruh tubuh yangberfungsi untuk mengangkut O2 yang dibutuhkan oleh otot beraktivitas.
Hal ini dilakukan dengan pengaturan lokal aliran darah terhadap kebutuhan jaringan1. Sifat jantung pada beberapa hal seperti otot rangka, walaupun terdapat sistem otonom jantung dengan mekanisme regulasi2.
Semakin besar metabolisme dalam suatu organ, maka makin besar aliran darahnya1. Hal ini akan dikompensasi jantung dengan mempercepat denyutnya dan memperbesar banyaknya aliran darah yang dipompakan dari jantung ke seluruh tubuh.
Perubahan denyut nadi sering dipakai sebagai dasar untuk physical fitness test, dimana perubahan-perubahan yang sedikit atau tanpa perubahan menunjukkan baiknya pengaturan sistem sirkulasi, sedang penurunan atau peningkatan yang mencolok merupakan pertanda buruknya penyesuaian sistem ini, misalnya pada olahragawan tidak terjadi peningkatan yang signifikan pada denyut jantung karena terjadi efisiensi kerja jantung oleh miokardium sehingga terjadi perlambatan denyut jantung dengan peningkatan
stroke volume3.
Aktivitas naik turun tangga merupakan salah satu aktivitas yang dianjurkan untuk menjaga kesehatan jantung. Aktivitas ini akan meningkatkan denyut jantung dan meningkatkan tekanan darah yang juga bersifat membakar kalori.