Anak-anak sekolah sebaiknya meluangkan waktu setidaknya 1 jam sehari
berolahraga untuk meningkatkan prestasi sekolahnya dan mengurangi
obesitas. Sebuah penelitian di AS menunjukkan bahwa murid SD yang lebih
aktif fisiknya cenderung mendapat nilai tes yang lebih baik dibandingkan
teman sekelas yang kurang fit.
"Olahraga teratur dapat
meningkatkan kemampuan akademik siswa dengan meningkatkan aliran oksigen
ke otak," kata Dr Aric Sigman, anggota Society of Biology seperti dilansir The Telegraph, Senin (12/3/2012).
Dr
Sigman menyarankan bahwa pelajaran olahraga yang berkualitas juga
memiliki dampak jangka panjang pada pendidikan anak dibandingkan ruang
kelas biasa. Pernyataan ini dikemukakan untuk menjawab kekhawatiran
makin banyaknya anak-anak yang menghabiskan waktu dengan duduk karena
terpaku pada acara televisi, internet dan video game.
Penelitian
sebelumnya menunjukkan bahwa hampir 9 dari 10 orang anak-anak tidak
berhasil meluangkan waktu 60 menit setiap hari untuk berolahraga. Dr
Sigman bersikeras bahwa aktivitas fisik adalah kunci untuk mengurangi
obesitas pada anak-anak sambil meningkatkan kecerdasannya.
"Anak-anak
sebaiknya menghabiskan waktu setidaknya satu jam sehari melakukan
beberapa aktivitas fisik. Aktivitas fisik yang berat jauh lebih baik
daripada yang sedang. Jangan khawatir bahwa rutinitas ini akan
mengurangi prestasi karena menyita sedikit waktu belajar," kata Dr
Sigman.
Sebuah penelitian di Amerika Serikat membandingkan
kapasitas otak dan nilai tes antara dua kelompok anak berusia 9 - 10
tahun. Salah satu kelompok lebih banyak melakukan aktivitas fisik
dibandingkan kelompok lainnya. Temuan menunjukkan bahwa siswa yang lebih
bugar memiliki kapasitas otak 12 persen lebih besar dibandingkan
teman-teman sebayanya dan mendapat skor lebih baik dalam tes penalaran
spasial dan kognitif.
Penelitian terhadap remaja laki-laki di
Swedia juga menemukan bahwa murid yang lebih bugar cenderung memiliki IQ
tinggi dan melanjutkan kuliah ke universitas.
"Aktivitas fisik
dapat membantu proses kognitif anak dengan meningkatkan aliran darah dan
oksigen ke otak. Hal ini meningkatkan kadar norepinefrin dan endorfin
untuk mengurangi stres dan memperbaiki mood, meningkatkan faktor
pertumbuhan yang membantu menciptakan sel-sel saraf baru dan mendukung
hubungan sinapsis sel otak yang penting dalam proses belajar," kata Dr
Sigman.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar