Sebagai contoh apabila kita sedang belaar keterampilan ? anggap saja
kita sedang belajar pukulan Forehand dalam permainan tenis. kita harus
menyadari tentang apa dan pertimbangan-pertimbangan bagaimana agar
memukul bola dengan tepat. misalkan saja pertimbangan tersebut adalah :
a. Posisi lawan
b. Cara lawan memukul bola
c. Kecepatan bola
d. Dimana bola akan memantul
e. Bagaimana dengan spin bolanya
f. Kemana kita harus mengembalikan bola lawan
Jadi, hanya untuk memukul bola saja, kita harus membuat keputusan.
kemudian untuk setiap keputusan yang kita buat diperlukan sejumlah
informasi yang ada dan perlu dipertimbangkan atau kita proses agar
supaya kita mampu memberikan respon yang benar.
Selama ini dalam memberikan definisi keterampilan sering kali kita hanya
mendeskripsikan definisi tersebut. Dalam bahasan ini akan dicoba
dilakukan definisi secara operasional, artinya akan dilakukan penguraian
definisi berdasarkan bagimana keterampilan tersebut dilakukan melalui
pengamatan. Untuk itu disini nanti kita diharapkan mampu:
1. Memahami bagaimana informasi dihasilkan melalui suatu sistem yaitu sistem syaraf tepi dan pusat;
2. Menggunakan suatu model pengolahan informasi untuk meneliti ketrampilan.
3. Memahami hubungan antara masukan (input) yang meliputi perasaan,
persepsi, pengambilan keputusan, keluaran (output) gerak dan pemrosesan
dalam memori untuk mencapai suatu keterampilan dalam proses pembelajaran
gerak;
4. Mengukur kecepatan reaksi untuk pengujian hipotesis tes yang menggunakan data kecepatan reaksi;
5. Memahami perbedaan antara pengendalian gerak terbuka dan tertutup;
6. Menggambarkan dan mendaftar kata kunci pada awal masing-masing bagian dalam aktivitas pendidikan jasmani.
B. PENGOLAHAN INFORMASI
Pengolahan Informasi Sederhana
Dalam pengolahan informasi saat melakukan suatu keterampilan telah
terjadi tiga tahapan, yaitu: masukan (input), pengambilan keputusan dan
keluaran (output).
a. Masukan (Input)
Masukan (Input) merupakan informasi yang diperoleh secara sadar dari
lingkungan atau dari luar untuk memutuskan tanggapan yang harus
dilakukan.
b. Pengambilan Keputusan (Decision Making)
Pengambilan Keputusan (Decision Making) merupakan tahapan dimana
didalamnya telah terjadi pemrosesan, yaitu: mengenali informasi yang
diperoleh, pemrosesan dalam memori, dan mempresepsi masukan untuk
menghasilkan suatu keluaran (output) yang dinginkan.
c. Keluaran (Output)
Output merupakan tanggapan seseorang yang ditunjukkan dalam suatu
keterampilan setelah dilakukan pemrosesan. Dimana output keterampilan
ini nantinya dapat dijadikan dasar atau ukuran dalam pengambilan
keputusan apakah keterampilan yang dilakukan perlu adanya perbaikan atau
dilanjutkan pada tingkat keterampilan yang lain. Biasanya keterampilan
tersebut dimulai dari yang mudah ke yang lebih sulit. Untuk itu perlu
adanya umpan balik (feedback) untuk mengevaluasi keterampilan tersebut.
Model alur pengolahan Informasi secara sederhana dapat digambarkan seperti gambar dibawah ini:
Model alur pengolahan informasi di atas merupakan model yang sederhana.
Pengolahan informasi yang lebih luas telah dikembangkan oleh Welford
(1968). Pada intinya pengolahan informasi yang telah dikembangkan ini
hampir sama dengan pengolahan informasi secara sederhana. Hanya saja
dalam pengolahan informasi yang dikembangkan Welford lebih dijabarkan
dalam pemrosesan dan umpan baliknya.
Model pengolahan informasi yang ditunjukkan oleh Welford adalah model
yang lebih detail, dimana yang model ini dalam pemrosesannya melalui
sistem fisiologi tubuh dan mekanisme kognitif (cognitive mechanism)
serta pada umpan baliknya terdiri dari dua bagian yaitu umpan balik
intrinsik dan ekstinsik.
Alur model pengolahan informasi yang dikembangkan oleh Welford adalah sebagi berikut:
Persepsi. Dalam penguasaan keterampilan merupakan tahap bagaimana
seseorang mempertimbangkan informasi yang masuk atau dirasakan dari luar
untuk dan kemudian menterprestasikan penting atau tidaknya respon
tersebut. Misalnya, dalam permainan sepak bola yaitu pada kiper yang
akan mengantisipasi bola dari tendangan pemain penyerang lawan, apakah
bola harus ditangkap atau ditepis, disini kiper melakukan persepsi
datangnya bola agar tidak terjadinya gol, apakah bola berputar atau bola
dalam keadaan tenang.
Persepsi tersebut biasanya sangat tergantung pada memori sebelumnya,
artinya pengalaman sebelumnya sangat mempengaruhi hasil keterampilan
yang akan dilakukan. Dan kemudian dilakukan pengambilan keputusan untuk
melakukan keterampilan gerak yang akan dilakukan, setelaha pengambilan
keputusan selesai maka akan terjadi pemrograman respon tersebut untuk
menghasilkan gerak outputnya. Dan kemudian dilakukan umpan balik untuk
melakukan apakah keterampilan gerak yang dilakukan sudah sesuai dengan
apa yang diinginkan.
C. INPUT SENSORIS (SENSORY INPUT)
Dalam melakukan aktivitas fisik sangat dipengaruhi oleh beberapa faktor lingkungan yang masuk lewat input sensori.
1. Penglihatan dan Pendengaran
Input sensoris ini lewat melalui indera pada diri kita, yaitu:
penglihatan, pendengaran, sentuhan. Dimana penglihatan dan pendengaran
tersebut merupakan penangkapan informasi yang diperoleh dari luar
(external), akan tetapi informasi juga dapat diperoleh dari dalam diri
sendiri (Internal).
2. Proprioseptif
Proprioseptif merupakan unsur penting lainnya bagi para pemain ataupun
siswa yang berlatih keterampilan motorik. Ini terjadi pada saat
pelaksanaan gerak keterampilan maupaun dalam saat mempersiapkan diri
untuk melakukan usaha gerakan selanjutnya. Istilah proprioseptif
diartikan sama dengan sebutan rasa kinestetik atau proprioseptif
merupakan perasaan mengenai posisi dan gerakan tubuh dan
bagian-bagiannya, ataupun perasaannya terhadap kekuatan dan tekanan yang
terjadi pada tubuh dan bagian tubuh.
a. Sentuhan (Touch)
Sentuhan merupakan suatu hal yang sangat mempengaruhi dalam melakukan
suatu gerak keterampilan. Dengan adanya sentuhan sentuhan tersebut kita
dapat merasakan bagaimana tekananya, temperaturnya dan sebagainya. Misal
dalam olahraga tenis lapangan, dimana petenis harus menyesuaikan
pegangan raketnya agar menghsilkan keterampilan yang dinginkan. Artinya
pada saat ingin melakukan pukulan yang keras maka pegangan harus
benar-benar kuat dan begitu pula sebaliknya.
b. Keseimbangan (Equilibrium)
Keseimbangan disini dimaksudkan agar keterampilan yang dihasilkan dapat
maksimal. Misal, saat menunggu bola dari lawan dalam permainan tenis
lapangan disini diperlukan keseimbangan dinamis, karena dengan posisi
yang labil maka bola yang jauh dapat dijangkau dengan mudah.
c. Kinaesthesis
Kinestetic merupakan penginformasian sensoris gerak dari lingkungan
menuju otak dan diteruskan ke jaringan otot untuk berkontraksi dalam
waktu yang sangat singkat.
Dari uraian di atas dapat digambarkan alur input sensoris sebagai berikut:
Sedangkan Alur input sensori menurut Writing dapat digambarkan sebagai berikut:
Kemampuan untuk membuat keputusan dalam pengolahan informasi suatu
keterampilan dalam olahraga dan rekreasi tergantung dari beberapa hal,
yaitu:
• efisiensi organ dalam melakukan gerak
• intensitas stimulus
• kemampuan untuk menginterpretasikan stimulus dengan tepat (kemampuan perseptual).
3. Indera Taktil (touch)
Taktil merupakan penginderaan yang memungkinkan kita untuk merasakan
sakit, tekanan dan temperatur. informasi taktil banyak digunakan dalam
belajar keterampilan motorik. pada pemain tenis yang mempergunakan
informasi taktil, misalnya bagaimana pemain tenis memegang grip dalam
usahanya untuk melakukan pukulan servis ataupun ground stroke, atau
mereka pemanjat tebing dengan diikat tali yang sangat ketat, saat kita
diserang dengan pukulan bola yang keras. sumber informasi taktil
kebanyakan dari jari-jari walaupun yang lain juga seperti kaki, kepala
juga termasuk.
4. Equilibrium
Equilibrium adalah penginderaan yang menyangkut perasaan ketika badan
kita seimbang dan mengarahkan kita, memutar atau membalikan tubuh. Ini
kita temui pada beberapa pesenam dan trampolinsts, seperti halnya
penari, untuk mampu mengarahkan diri mereka di dalam posisi apa saja.
ini dapat dilakukan karena atas penginderaan organ di dalam alat
vestibular.
5. Kinaethesis
Kinaesthesis adalah penginderaan tentang informasi otak terhadap gerakan
atau kontraksi statis otot, tendon, sendi. seorang pemain yang trampil
mengetahui kapan suatu gerakan yang dilakukannya sudah tepat atau tidak
hanya melihat dari efeknya saja, tetapi juga merasakan bagaimana
pergerakan yang baik untuk melakukannya.
D. PERSEPSI (PERCEPTION)
Persepsi merupakan bagian proses dalam pengolahan informasi suatu
keterampilan yang berhubungan perasaan sebagimana segai pertimbangan
dari informasi yang diolah olaeh otak. Persepsi terdiri dari tiga unsur
sebagi berikut : pendeteksian (detection), membandingkan (comparison),
dan pengenalan (recognition).
1. Pendeteksian (Detection)
Pendeteksian merupakan proses otak dalam mengidentifikasi stimulus yang
muncul. Hal ini terjadi karena otak akan lebih banyak mendeteksi
stimulus dari pada menyadari adanya stimulus tersebut. Artinya, dalam
proses ini hanya mencoba untuk mendeteksi informasi yang berkaitan
dengan keterampilan saat itu. Karena proses pendeteksian hanya terfokus
pada satu hal saja maka proses ini akan dilanjutkan pada pengolahan
lebih lanjut, sehingga memungkinkan akan terabaikannya informasi yang
lain. Misalnya, apabila kita ingin menguasiai satu teknik saja maka
teknik yang lain akan terabaikan dan pada saat pertandingan akan selalu
menggunakan keterampilan tersebut.
2. Membandingkan (Comparison)
Pemrosesan ini terjadi apabila informasi mengenai keterampilan tersebut
sudah pernah dilakukan sebelumnya sehingga informais tersebut sudah
pernah masuk kedalam memori. Sehingga pengolahan informasi dalam
mempersepsi suatu keterampilan dapat dilakukan pembangan keterampilan
yang sekarang dengan keterampilan yang sebelunya. Artinya, apakah
keterampilan yang dilakukan sekarang lebih baik dari pada keterampilan
yang pernak dikuasai sebelumnya.
3. Pengenalan (Recognition).
Pada proses pengenalan ini merupakan masuknya kode-kode suatu informasi untuk mengenalinya dan disimpan dalam memorinya.
Di bawah ini merupakan letak persepsi (perception) dalam alur pengolahan informasi dalam menguasai suatu keterampilan.
E. PENYELEKSAIAN DARI PANDANGAN DAN MEMORI
Persepsi tergantung dari 3 proses sebagai berikut: pendeteksian, membandingkan, dan pengenalan.
1. Pendeteksian
Dalam pikiran yang sehat akan memberikan masukan informasi yang banyak
dalam sistem syaraf pusat. Hal ini dapat dilakukan dengan memikir semua
aspek yang ada di lingkungan yang dipilih untuk memusatkan perhatian.
misal, pada saat akan memukul bola dalam softball, dimana proses untuk
melakukan pendeteksian datangnya bola sangat cepat (dalam beberapa
detik) sehingga diperlukan konsentrasi yang ekstra agar proses tersebut
dapat dapat dideteksi danproses ini merupakan sensori jangka pendek.
Jadi, jika stimulus yang muncul dalam suatu kejadian maka otaka akan
berusaha untuk menangkap dan memusatkan proses tersebut pada proses
seleksi suatu kejadian dan menyimpannya dalam memori jangka pendek dan
dilakukan pendeteksian.
Dalam proses seleksi suatu kejadian merupakan suatu proses terjadinya
penyaringan informasi yang masuk dari luar untuk diproses lebih lanjut.
Sehingga dalam olahraga sangat diperlukan suatu konsentrasi yang tinggi
agar dalam proses pendeteksian informasi dapat ditanggkap dan diproses
denagan cepat, hal ini akan mempercepat proses berikutnya sehingga dapat
menghasilkan keterampilan yang optimal.
2. Pembandingan
Memori Jangka Pendek merupakan tempat terjadinya sistem pengolahan
informasi. disini setiap stimulus yang masuk telah dideteksi terlebih
dahulu dan disimpan dalam memori jangka pendek. Setelah stimulus ini di
simpan pada memmori jangka pendek dan dipelajari dilakukan terus-menerus
maka akan disimpan pada memori jangka panjang. Proses penyimpanan ini
terjadi pada saat proses pembelajaran dan praktek.
F. PENGAMBILAN KEPUTUSAN
Kemampuan perseptual dalam pengolahan informasi merupakan penyediaan
informasi untuk mengambil suatu keputusan dalam suatu aktivitas fisik.
Kemampuan pengambilan keputusan tersebut dipengaruhi faktor keterampilan
yang dimiliki seseorang.
Masalah yang serius dalam pembelajaran Pendidikan jasmani adalah
informasi yang diberikan kepada siswa terlalu banyak, hal ini akan
mempengaruhi keterampilan yang dikuasai siswa karena informasi yang
ditangkap oleh siswa tidak dapat diinterpretasikan dalam keterampilan.
Lokasi Proses terjadinya Pengambilan keputusan dapat ditunjukkan pada gambar Alur Model Pengolahan Informasi di bawah ini:
Berikut adalah faktor yang mempengaruhi dalam pengambilan keputusan:
1. Waktu Reaksi (Reaction Time)
Waktu reaksi merupakan kecepatan dimana seseorang harus mengambil
kepustusan. Waktu reaksi sangat dipengaruhi oleh beberapa hal sebagai
berikut:
a. Jenis Kelamin dan Umur
b. Kesehatan
c. Temperatur tubuh, apabila temperatur tubuh panas maka waktu reksi akan semakin cepat.
d. Bentuk tubuh
e. Motivasi dan aurosal
f. Stimulus
• intesnitas stimulus
• kemungkinan terjadinya stimulus
• tingkat isyarat stimulus yang diharapkan
• perasaan menerima stimulus
2. Waktu Respon (Respon Time)
Waktu respon merupakan penggabungan antara waktu reksi dan waktu bergerak.
3. Kapasitas Saluran (Channel Capacity)
Berikut adalah gambar kapasitas saluran informasi dalam menguasai suatu keterampilan:
4. Antisipasi (Anticipation)
a. Antisipasi Reseptor (Resseptor Anticipation)
Kemampuan mengetahui informasi yang masuk dan diproses dalam otak untuk
dilanjutkan pada gerakan yang akan dilakukan. Misal antisipasi datangnya
bola saat akan memukul bola dalam softball.
b. Antisipasi Effektor (Effector Anticipatioan)
Kemampuan dalam mengantisipasi reseptor yang masuk yang ditunjukkan
dalam keterampilan gerak. Misal, gerak mengayun stik pada soft ball.
c. Antisipasi Perseptual (Perceptual Anticipation)
Merupakan kemampuan mengetahui gerak apa yang akan dilakukan agar mencapai tujuan yang dinginkan.
G. OUTPUT GERAK DAN UMPAN BALIK (FEEDBACK)
Gerak Output
Posisi proses output gerak dan umpan balik dalam suatu pemrosesan informasi dapat digambarkan alurnya sebagai berikut:
1. Pemrograman Gerak (Motor Programmes)
Pemrograman gerak adalah :
• merupakan satu rangkaian gerak
• di simpan dalam Long-Term memori
• pemanggilan semua memori.
• melakukan tindak mekanisme effektor
• di bawah kontrol terbuka dan kontrol tertutup
2. Kontrol Gerak (Motor Control)
Dalam kontrol gerak, di dalamnya dibahas mengenai bagaimana sistem kerja
penguasaan otomatis (automatic mastery). Bagaimana proses saat kita
latihan suatu keterampilan dan keterampilan tersebut sampai masuk ke
dalam memori jangka panjang.
Umpan Balik (Feedback)
Umpan balik seperti apa hasil respon yang dibuat, kebenaran atau
kekeliruan adalah respon adalah suatu umpan balik untuk unit pusat
pemrosesan yang dikirimkan oleh sistem panca indera dan disimpan dalam
ingatan, yang akan digunakan dilain waktu pada saat informasi yang
diperlukan untuk membuat respon yang baru. Apabila respon yang dibuat
berhasil, maka informasi yang dimiliki akan dijadikan umpan balik untuk
menentukan respon dilain waktu terhadap stimulus yang dijumpai dengan
cara yang sama. sebaliknya apabila respon yang diberikan tidak benar,
maka informasi tentang kesalahan atau ketidak berfasialan tersebut
disimpan.
Perkembangan kemampuan menggunakan informasi sebagai umpan balik,
merupakan suatu pertimbangan penting dalam proses belajar, dan suatu hal
penting yang perlu diingat adalah bahwa umpan balik yang berasal dari
jawaban kemudian muncul sebagai informasi bagi subyek belajar untuk
dapat digunakan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar