Diskriminasi terhadap wanita
dalam olahraga baru didokumentasikan dan dianggap sebagai masalah pada tahun
1970-an. Di mana tim olahraga wanita menerima dana yang lebih rendah dari tim
pria. Tahun 1974 budget program olahraga pria lima kali lipat budget untuk
wanita. Bahkan pada tingkat Universitas perbedaannya sampai 100 kali lipat
(Women Sport, 1974).
Diskriminasi terlihat dalam hal
fasilitas dan peralatan. Wanita menggunakan gedung olahraga yang usang di mana
pria dibuatkan gedung yang baru. Wanita memakai peralatan bekas tim pria, jika
tidak ada yang bekas terkadang tim wanita tidak mempunyai apa-apa. Dalam
menggunakan fasilitas yang sama, wanita mendapatkan giliran jadual yang tidak
fair.
Wanita tidak mendapatkan
perhatian yang cukup mengenai latihan seperti halnya pria. Sering kali untuk
menuju ke pertandingannya, tim wanita harus menggunakan bis padahal tim pria
mendapatkan pelayanan pesawat. Liputan media untuk berita tentang olahlraga
wanita juga kurang, padahal olahraga pria selalu mendapatkan perhatian media
surat kabar, radio bahkan televisi. Sampai adanya persamaan pada setiap bidang
di atas, maka wanita tidak bisa dikatakan mendapatkan peluang yang sama dengan
pria dalam program sekolah.
Pada tingkat
masyarakat, meski partisipasi olahraga wanita telah meningkat, diskriminasi
masih kentara. Misalnya pada penggunaan fasilitas, program yang tersedia dan
pengurus yang ditugaskan untuk kegiatan olahraga wanita. Hal ini juga terjadi
untuk tingkat olahraga amatir nasional.
BalasHapusbaju bola murah
kaos bola murah
baju bola online
jual baju bola
jual kaos bola
kaos bola online
grosir kaos bola