Terlaksananya
program latihan adalah sebagian kecil dari proses panjang dalam
mencapai prestasi optimal. Perencanaan / program latihan yang disusun secara tepat akan
membuahkan hasil yang maksimal. Program
latihan tersebut mencakup beberapa aspek baik fisik, teknik, mental maupun kognitif. Yang berkembang dan berhubungan antara semua unsur organ tubuh baik sistem fisiologis dan
psikologis.
Orientasi penyususnan program latihan tersebut
disesuaikan dengan pertumbuhan fisik dan
perkembangan mental atlet, metode yang digunakan dalam
proses latihan tersebut adalah berlatih secara aktif dengan tujuan mengembangkan daya kreatifitas dalam berfikir yang tercermin dalam pola- pola permainan yang dipelajari.
Komunikasi dua arah sangatlah menunjang kelancaran dan peningkatan hasil latihan, diharapkan alokasi waktu yang tesedia dapat meningkatkan prestasi atlet sampai titik optimal.
Il. TUJUAN PROGRAM LATIHAN
A. Tujuan Umum Program Latihan
1. Sebagai
perencanaan tahunan untuk memcapai prestasi optimal.
2. Untuk
pegangan / pedoman dalam usaha mengembangkan bakat atlet baik yang menyangkut kognitif afektif dan
psikomotor.
3. Meningkatkan
fungsi organisme dan ketrampilan, serta kwalitas individu sesuai dengan cabang olahraga bulutangkis.
4. Memberikan sistem yang efektif dan
efisien dalam usaha membangun prestasi.
5.
Sebagai bahan evaluasi dalam proses
latihan untuk memcapai sasaran yang telah
ditargetkan.
6. Sebagai bahan acuan untuk meletakkan
dasar pembinaan pada tahun berikutnya.
B. Tujuan Khusus Program Latihan
1. Untuk meningkatkan
kesehatan dan kebugaran atlet.
2. Meningkatkan dan mengembangkan
kemampuan fisik secara multilateral.
3. Meningkatkan fisik secara specifik
sesuai dengan cabang bulutangkis.
4. Mencegah cedera yang di akibatkan
oleh proses latihan pada atlet.
5. Meningkatkan kemampuan tehnik permainan bulutangkis yang efektif, efisien dan rasional.
6. Meningkatkan dan mematangkan taktik
dan strategi permainan.
7. Membina
mental atlet secara bertahap sampai pada tingkat pematangan.
III. TRY OUT DAN TRY IN.
Even tersebut
dilaksanakan bila kebutuhan kejuaraan yang telah di rencanakan belum
cukup memberikan pengalaman bertanding untuk
mencapai kematanggan. Atau mengikuti kejuaraan kejuaraan yang bersifat lokal dan
disesuaikan dengan kemampuan juga kondisi yang di perlukan.
Try out dan try in
sangat
penting bagi atlet - atlet yang baru berkembang karna semakin banyak kejuaraan yang diikuti, proses pematangan akan lebih cepat tercapai.
IV. RUANG
LINGKUP PROGRAM LATIHAN
Program latihan
tersebut mencakup beberapa aspek baik fisik, tehnik, mental juga kognitif yang berkembang dan saling
ketergantungan antara semua unsur organ dan sistem tubuh manusia dalam proses Fisiologis dan Psikologis.
Peningkatan kemampuan fisik merupakan prasyarat bagi peningkatan keterampilan teknik dan taktik permainan begitupula sebaliknya. Kemampuan tehnik dan strategi yang sempurna akan meningkatkan efisiensi gerak dan pengunaan tenaga untuk mencapai penampilan yang terbaik.
Dalam ruang lingkup tersebut mencakup beberapa aspek yang harus dikuasai oleh seorang atlet untuk mencapai prestasi
optimal; yaitu aspek Fisik, Teknik, Taktik & Strategi, Psichologi dan Kognitif. Adapun penjabaran dari beberapa aspek tersebut
ialah sebagai berikut.
A. Aspek
Fisik.
Aspek tersebut banyak berhubungan dengan phisiologi seorang atlet, yang membentuk dan mengembangkan organ tubuh pada
tingkat kesehatan dan kebugaran seorang olahragawan,
yang bertujuan meningkatkan potensi fungsional atlet dan
mengembangkan biomotorik sampai
mencapai standar yang tinggi.
Pada aspek fisik, ada beberapa kemampuan dasar biomotorik yang harus dimiliki oleh seorang atlet adalah :
Daya tahan (Endurance), Kekuatan (Strenght), Kecepatan (Speed), Kelentukan ( Fleksibility ),
yang dikembangkan pada tingkat Power dan
Stamina. Pada cabang bulutangkis ada beberapa kemampuan fisik yang
sangat spesifik yang perlu di kuasai adalah Kelincahan (Agility), Keseimbangan (Balance)
dan Koordinasi.
Kemampuan-kemampuan tersebut di atas harus dikuasai oleh seorang atlet sampai tingkat yang terbaik, lebih
baik kondisi fisik seorang atlet akan
lebih cepat tercapai prestasi yang diinginkan.
B. Aspek
Tehnik
Tehnik meliputi
semua unsur gerakan dan elemen-elemen yang menyatu dalam gerak yang tepat dan
efisien. Untuk mencapai teknik yang sempurna
yaitu penampilan yang paling efisien dan
rasional, makin sempurna teknik yang dikuasai makin
berkurang tenaga yang dipergunakan untuk mencapai hasil yang terbaik.
C. Aspek
Taktik Strategi
Unsur taktik dan
strategi dapat diberikan pada fase peningkatan kualitas teknik dengan pola-pola
permainan yang disederhanakan: Kemampunan taktik menyerang dan bertahan merupakan suatu
taktik untuk mematikan lawan, strategi menyerang kelemahan lawan serta mengantisipasi
serangan lawan untuk mencapai tingkat kematangan bermain.
D. Aspek Mental Dan
Kognitif.
Suatu bentuk pembinaan dan bimbingan kepada atlet yang bertujuan membentuk kepribadian dan
karakteristik jiwa olahragawan yang mampu berpikir
dan berbuat positif, kreatif serta bertangung jawab pada diri sendiri dan orang lain.
Pembinaan dan
bimbingan tersebut dilakukan sampai pada tingkat pematangan yang di
bagi menjadi beberapa tahap pembinaan.
V. PENTAHAPAN LATIHAN
Proses latihan
tersebut sangatlah komplek, untuk memudahkan proses latihan maka program yang
dibuat menjadi beberapa tahap latihan, adapun
tahap latihan tersebut adalah sebagai berikut.
A. Tahap
Persiapan Fisik Umum
Pada tahap ini
sasaran utamanya adalah membentuk dasar kerja yang mantap dan kondisi fisik secara multilateral.
Persiapan ini harus dilakukan
dalam waktu yang cukup tersedia, karena pada masa tersebut sebagai landasan kemampuan fisik pada tahap
selanjutnya.
Keterampilan teknik tidak perlu
dipaksakan, yang terpenting adalah penguasaan
teknik dasar yang benar benar mantap dan pengembangan tehnik-teknik baru yang diperlukan.
B. Tahap Persiapan Fisik Khusus.
Sasaran pada tahap ini adalah
meningkatkan kemampuan kapasitas cabang olahraga bulutangkis
baik secara fisik maupun peningkatan
kualitas teknik pukulan / permainan, tahap ini adalah tahap yang paling sulit, sebab keseimbangan kondisi
fisik dan teknik harus selalu dijaga.
Hal - hal yang penting dan perlu diperhatikan
1. Volume latihan
harus tetap meningkat sampai pada tahap pertengahan,dan latihan kondisi fisik
mulai turun perlahan lahan.
2. Intensitas latihan
meningkat secara progresif volume latihan mulai menurun.
3. Secara bertahap,
penekanan latihan berubah dari latihan fisik umum menuju latihan secara khusus.
C. Tahap Pra Kompetisi.
Tujuan pada masa
ini ialah memberikan latihan yang mendekati puncak Performance melalui Try
In dan Try Out yang makin meningkat secara bertahap dan progresip. Latihan fisik
diatur sedemikian rupa dengan intensitas yang tinggi dan penurunan volume
latihan secara bertahap.
Hal - hal yang penting dan perlu diperhatikan :
1. Volume latihan dikurangi dan
intensitan tetap tinggi.
2. Peningkatan kondisi fisik dan spesifikasi cabang olahraga bulutangkis sesuai kemampuan individu atlet akan
menjamin kelangsungan tahap ini.
3. Peningkatan ketrampilan dan
pengalaman bermain akan di peroleh pada akhir
tahap ini dengan evaluasi - evaluasi yang
rasional
D. Tahap Pertandingan
Pokok latihan pada tahap ini adalah mencapai penampilan yang optimal pada awal masa tersebut harus dilakukan
pemulihan pendek atau pemulihan
kondisi fisik, kemudian dilakukan persiapan khusus untuk mencapai puncak prestasi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar