Kamis, 06 Desember 2012

DEHIDRASI



Dehidrasi (''hypohydration'') didefinisikan sebagai kehilangan cairan tubuh yang berlebihan. Ini secara harfiah adalah penghilangan air dari obyek, namun dalam hal fisiologis, itu memerlukan kekurangan cairan dalam organisme.
Ada tiga jenis utama dari dehidrasi: hipotonik (terutama kehilangan elektrolit, natrium khususnya), hipertonik (terutama kehilangan air), dan isotonik (kehilangan air yang setara dan elektrolit). Pada manusia, jenis yang paling sering terlihat dari dehidrasi isotonik sejauh ini adalah (isonatraemic) dehidrasi yang efektif setara dengan hipovolemia, namun perbedaan dari dehidrasi isotonik hipotonik atau hipertonik dapat menjadi penting ketika mengobati orang yang mengalami dehidrasi.
Hipovolemia secara khusus penurunan volume plasma darah. Selanjutnya, hipovolemia mendefinisikan kekurangan air hanya dalam hal volume, bukan khusus air. Namun demikian, kondisi yang biasanya muncul secara bersamaan.
Fisiologis, penting untuk memahami dehidrasi bahwa, meskipun nama, tidak hanya berarti hilangnya air, seperti air dan zat terlarut (terutama natrium) yang biasanya hilang dalam jumlah yang hampir sama dengan bagaimana mereka ada dalam plasma darah.
Dehidrasi yang terbaik adalah dihindari dengan minum air yang cukup. Semakin besar jumlah air yang hilang melalui keringat, air lebih harus dikonsumsi untuk menggantinya dan menghindari dehidrasi. Karena tubuh tidak dapat mentoleransi defisit besar atau berlebihan dalam tubuh air total, konsumsi air harus sekitar bersamaan dengan hilangnya (dengan kata lain, jika ada yang berkeringat, kita juga harus minum air yang sering).
Untuk kegiatan rutin di mana seseorang tidak berkeringat untuk setiap tingkat besar, minum ketika seseorang haus cukup untuk mempertahankan hidrasi. Namun, selama latihan, mengandalkan rasa haus saja mungkin tidak cukup untuk mencegah dehidrasi dari terjadi. Hal ini terutama berlaku di lingkungan panas, atau bagi mereka yang lebih tua dari 65. Untuk sesi latihan, penentuan yang akurat berapa banyak cairan yang diperlukan untuk mengkonsumsi selama latihan dapat dibuat dengan melakukan pengukuran berat badan yang sesuai sebelum dan setelah sesi latihan yang khas, untuk menentukan berapa banyak cairan yang hilang selama latihan. Minum air melebihi kebutuhan tubuh memerlukan sedikit risiko bila dilakukan di moderasi, karena ginjal efisien akan menghapus setiap kelebihan air melalui air kemih dengan margin besar keselamatan.
Tubuh seseorang, selama hari rata-rata di daerah beriklim sedang seperti Inggris, kehilangan sekitar 2,5 liter air. Ini bisa melalui paru-paru sebagai uap air, melalui kulit sebagai keringat, atau melalui ginjal sebagai urine. Air (jumlah kurang signifikan, dengan tidak adanya diare) juga hilang melalui perut. Dalam cuaca hangat atau lembab atau selama tenaga yang berat, bagaimanapun, hilangnya air dapat meningkat dengan urutan besarnya atau lebih melalui keringat, semua yang harus segera diganti. Dalam kasus ekstrim, kerugian mungkin cukup besar untuk melebihi kemampuan tubuh untuk menyerap air dari saluran pencernaan, dalam kasus ini, tidak mungkin untuk minum air yang cukup untuk tetap terhidrasi, dan satu-satunya cara untuk menghindari dehidrasi adalah baik pra -hidrat, atau menemukan cara untuk mengurangi keringat (melalui istirahat, pindah ke lingkungan yang lebih dingin, dll)
Sebuah aturan praktis yang berguna untuk menghindari dehidrasi pada lingkungan yang panas atau lembab atau selama aktivitas berat melibatkan pemantauan frekuensi dan karakter buang air kecil. Jika seseorang mengembangkan kandung kemih penuh setidaknya setiap 3-5 jam dan urin hanya ringan berwarna atau tidak berwarna, kemungkinan dehidrasi yang tidak terjadi, jika urin berwarna gelap, atau buang air kecil terjadi hanya setelah berjam-jam atau tidak sama sekali, air asupan mungkin tidak memadai untuk menjaga hidrasi yang tepat.
Ketika sejumlah besar air hilang melalui keringat dan bersamaan diganti dengan minum, menjaga keseimbangan elektrolit yang tepat menjadi masalah. Minum cairan yang hipertonik atau hipotonik sehubungan dengan keringat mungkin memiliki konsekuensi serius (hiponatremia atau hipernatremia, terutama) sebagai total volume air meningkat omset. Jika air yang hilang melalui mekanisme normal seperti muntah atau diare, ketidakseimbangan dapat berkembang sangat cepat menjadi darurat medis. Selama acara olahraga seperti maraton, berhenti air dan istirahat disediakan air untuk menghindari dehidrasi atlet
Berikut ini adalah ciri-ciri bahwa anda kurang minum air atau dehidrasi :

1. Mulut Kering. Jika mulut anda terasa kering bisa jadi anda dehidrasi. Tapi biasanya juga mulut kering karena pengaruh efek samping obat-obatan yang dikonsumsi.

2. Sakit Kepala. Jika anda kurang minum maka kepala akan terasa sakit ditambah dengan rasa letih yang luar biasa. Cobalah minum air yang cukup hingga sakit kepala anda hilang.

3. Warna Urin Keruh. Jika anda dehidrasi maka warna air kencing anda akan berwarna keruh, kuning atau cokelat gelap. Cobalah minum air segera jika warna urin anda keruh.

4. Pusing. Pusing memang banyak penyebabnya. Bisa karena efek obat atau mengantuk. Namun jika anda merasa pusing disertai nyeri punggung dan pundak itu tandanya anda dehidrasi.

5. Lapar. Anda merasa lapar terus-menerus dan bila anda terlebih dahulu meminum air dan kemudian terasa lapar anda hilang, maka itu artinya anda hanya haus karena kurang minum.

6. Mengantuk. Lesu dan mengantuk adalah bisa jadi tanda Anda tidak minum cukup air. Ini cara tubuh melambat untuk menghemat air. Sebagai rekomendasi, minum air dingin perlahan dan lihat apakah Anda kembali segar.

7. Kulit Kering. Jika Anda merasa sudah sering menggunakan pelembab kulit, namun tetap bersisik dan kering, mungkin hal itu disebabkan oleh dehidrasi. Ingat, kulit yang sehat adalah kulit yang lembab.

8.Detak Jantung Meningkat. Jantung berdetak cepat dan berdebar merupakan salah satu tanda yang paling menakutkan dari dehidrasi. Kebanyakan orang dewasa memerlukan antara sekitar 2 liter air atau lebih setiap hari tergantung dari aktivitas, berat dan tinggi badan, serta gaya hidup.

9. Haus. Tentu saja ini gejala yang paling logis dari dehidrasi. Minumlah ketika Anda merasa haus atau merasa belum mencukupi kebutuhan air harian. Namun, jika Anda merasa sudah minum cukup air namun masih sering haus, bisa jadi itu tanda diabetes.
Cara mengatasi dehidrasi
  • Minum air 8 gelas sehari.
  • Konsumsi minuman berenergi yang mengandung rasa dan sodium.
  • Jangan minum yang berkafein dan beralkohol.
  • Jangan minum minuman yang bercarbonat, karena akan mneyebabkan kembung.
  • Gunakan baju berwarna terang agar menyerap dan ukuran nya pas.
  • Jangan berlama-lama terkena sinar matahari. Usahakan untuk berlindung di tempat yang sejuk.
CARA MENGATASI DEHIDRADI DENGAN BUAH – BUAHAN
Cara terbaik mengatasi dehidrasi atau kekurangan cairan tubuh adalah dengan meminum air. Akan tetapi jika suatu saat Anda tidak menemukan air, Anda bisa bisa mengkonsumsi buah-buahan tertentu untuk mencegah dehidrasi.
            Seperti yang dilansir dari The Huffington Post, berikut ini enam makanan dengan kadar air tinggi yang baik untuk membantu mencukupi kebutuhan cairan tubuh dan mencegah dehidrasi.
1. Semangka
            Semangka mempunyai tingkat hidrasi yang tinggi, sekitar 92 persen air. Selain itu, semangka juga mengandung nutrisi beta karoten (nutrisi yang akan menjadi vitamin A), likopen, dan vitamin C. Buah merah dan segar ini kaya elektrolit natrium dan kalium sehingga dapat dijadikan pengganti cairan tubuh setelah olahraga.

2. Ketimun
           Sebagian besar kandungan dari ketimun adalah air. Ketimun juga mengandung vitamin C dan dapat membuat kulit lebih cerah. Kandungan serat makanan di dalamnya dapat mengusir racun dari sistem pencernaan sehingga melancarkan proses pencernaan.

3. Bubur Gandum (Havermut)
           Buatlah semangkuk bubur gandum untuk menambah cairan tubuh Anda. Bubur ini memiliki kadar air lebih banyak dari ketimun dan jeruk. Hal itu disebabkan karena gandum mampu menyerap air atau susu yang digunakan saat memasak havermut.

4. Blewah
            Kandungan airnya sangat tinggi yang dapat mengatasi dehidrasi setelah tubuh 12-14 jam tidak mengonsumsi air. Tingginya kadar air blewah membuat buah ini sangat baik bagi penderita asam urat karena membantu pengeluaran asam urat dari dalam tubuh.

5. Daging
           Daging sepertinya tidak mempunyai kadar hidrasi, tapi ternyata terdapat kadar air di dalamnya. Menurut CNN, 4 ons steak panggang memberikan 2,2 ons air.

6. Apel
         Buah apel ataupun saus apel mempunyai kadar hidrasi yang baik. Sebutir apel mengandung 110 mililiter air. Apel juga merupakan sumber vitamin C serta dapat memerangi kolesterol. Buah ini juga mengandung banyak mineralantara lain kalsium, magnesium, potasium, zat besi, dan zinc.

Nah, itu dia cara engatasi dehidrasi dengan makanan dan buah-buahan. Jadi, bukan cuma air saja yang bisa digunakan untuk mencegah dehidrasi. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar