A.
Pendahuluan
Dalam
latihan apalagi turnamen factor pemulihan ini memegang peranan yang sangat
penting. Setelah bertanding apalagi kalau pertandingannya harus “all out” maka
cadabgab ebergi didalam tubuh sangat berkurang. Kalau keesekon harinya harus
bertanding lagi sedangkan pemulihannya harus sempurna maka akan kalah. Lakahnya
bikan karena tekniknya yang ketinggalan tetapi karena kehabisan tenaga, apalagi
kalau cadangan energinya rendah. Sebab, pengisian energy dalam otot tidak sama
dengan pengisian bahan bakar pada mesin mobil. Oleh karena itu, sebelum
bertanding latihan itu ditujukan untuk peningkatan cadangan system energy yang
bersangkutam sehingga pada waktu turnamen cadangan energy sudeh tinggi. Apabila
permulaannya sudah tinggi dan cadangan pemulihannya baik, maka atlit tersebut
akan dapat bertanding dalam tempo yang tinggi. Seorang pelatih harus mengetahui
bagaimana meningkatkan system energy,mengurus system energy serta pemulihan
dari system energy itu.
Kebanyakan
atlet, khususnya atlet profesional melakukan kewajiban berlatih setidaknya dua
kali sehari.Latihan rutin itu membawanya berada dalam tekanan, baik fisiologis
maupun psikologis.Ternyata ada faktor lain di luar latihan dan pertandingan
yang akan mempengaruhi performa si atlet.Untuk mengatasinya, si atlet harus
mengatur keseimbangan antara latihan, social life, dan pemulihan.
Dalam latihan apalagi turnamen factor pemulihan ini memegang peranan yang
sangat penting. Setelah bertanding apalagi kalau pertandingannya harus “all
out” maka cadangan energi didalam tubuh sangat berkurang. Kalau keesokan
harinya harus bertanding lagi sedangkan pemulihannya harus sempurna maka akan
kalah. Kalahnya bukan karena tekniknya yang ketinggalan tetapi karena kehabisan
tenaga, apalagi kalau cadangan energinya rendah. Sebab, pengisian energy dalam
otot tidak sama dengan pengisian bahan bakar pada mesin mobil. Oleh karena itu,
sebelum bertanding latihan itu ditujukan untuk peningkatan cadangan system
energy yang bersangkutam sehingga pada waktu turnamen cadangan energy sudeh
tinggi. Apabila permulaannya sudah tinggi dan cadangan pemulihannya baik, maka
atlit tersebut akan dapat bertanding dalam tempo yang tinggi. Seorang pelatih
harus mengetahui bagaimana meningkatkan system energy,mengurus system energy
serta pemulihan dari system energy itu
B. Pemulihan
Dalam latihan apalagi turnamen
factor pemulihan ini memegang peranan yang sangat penting. Pengisian atau
pemulihan kembali energy memerlukan waktu. Pemulihan (recovery) adalah mengembalikan
kondisi tubuh sebelum perlombaan. Recovery adalah proses multidimensi yang
tergantung pada faktor intrinsik dan ekstrinsik. Beberapa faktor yang
berpengaruh:
1.
Usia atlet (usia di
atas 25 tahun perlu waktu lebih lama untuk recovery; usia di bawah 18 tahun
perlu istirahat lebih banyak sebelum berlatih lagi)
2.
Pengalaman
(berpengaruh ke adaptasi psikologis)
3.
Jenis kelamin (wanita lebih
lambat karena faktor hormonal)
4.
Faktor tempat berlatih (berlatih di
tempat dingin memacu produksi hormon regenerative seperti hormon
pertumbuhan dan testosterone
5.
Freedom of movement
6.
Tipe serat otot (otot fast
twich fiber lebih cepat lelah daripada slow-twich)
7.
Jenis latihan (aerobik vs
anaerobik; latihan endurance lebih lama recovery dibandingkan latihan sprint)
8.
Faktor psikologis (atlet yang
tertekan perlu waktu lebih lama untuk recovery)
9.
Kemampuan
melepaskan diri dari trauma cedera
10. Ketersediaan mikronutrien tubuh (vitamin, mineral, protein, lemak, dan
karbohidrat)
11. Efisiensi transfer energi dan pembuangan zat-zat yang tidak berguna tubuh
Dalam latihan
apalagi turnamen factor pemulihan ini memegang peranan yang sangat penting. Pengisian
atau pemulihan kembali energy memerlukan waktu. Pemulihan (recovery) adalah
mengembalikan kondisi tubuh sebelum perlombaan.
Pemulihan dibagi menjadi 3, yaitu :
1.
Pemulihan cadangan energy
2.
Membuang asam laktat dari darah dan oksigen
3.
Pemulihan cadangan energy
1.
Pemulihan
Cadangan Energi
Cadangan energy yang dapat diganti pada fase pemulihan adalah :
a. System
phopagen (ATP PC dalam otot)
- Glikogen
yang terdapat dalam otot dan hati
Cadangan ATP-K dakam tubuh
kita sangat sedikit dan habis digunakan kalau kita berlatih sedetik saja. Dalam
waktu 30 detik 70 % ATP-PC telah terbentuk kembali, sedangkan dalam waktu 3 – 5
menit pemulihan itu sedah sempurna pada waktu pemulihan itu diperlikan oksigen,
tanpa oksigen pemulihan tidak terhajadi.
Kadar oksigen dalam otak maupun hati
juga berkurang pada waktu latihan atau pertandingan. Besarnya pengurangan kadar
glikogen itu tergantung dari macam latihan. Pada umumnya latihan bersifat
ketahanan dan kontinyu menyebabkan pengurangan glikogen yang lebih banyak
dibandingkan dengan latihan intermitten.
Kalau kita amati pemulihan glikogen
sesudah latihan yang sama dan berat dapat terjadi hal berikut :
a. Dalam waktu
1-2 ja, hanya sedikit sekali terjadi pemulihan glikogen.
- Untuk
pemulihan glikogen diperlukan makan yang mengandung karbohidrat yang
tinggi
- Tanpa
makan karbohidrat yang tinggi maka pemulihan oksigen tidak banyak
- Pemlihan
glikogen dengan makan karbohidrat berjalan dengan cepat dalam waktu 10 jam
sekitar 60% glikogen yang dapat dipulihkan
Kita mengenal adanya otot cepat dan
otot lambat, ternyata bahwa pemulihan glikogen pada otot cepat lebih cepat
dibandingkan dengan otot lambat selain tergantung diet atau macamnya otot,
pemulihan glikogen juga dipengaruhi oleh latihan yang dikerjakan waktu
pemulihan. Kalau istirahat total maka pemulihan tidak begitu cepat, pemulihan
lebih cepat bila berlatih secara kontinyu dan akan lebih cepat lagi kalau
berlatih secara intermitten.
2.
Asam Laktat
Bertambah berat latihan bertambah
pula kadar asam laktat dalam otot maupun darah. Dalam keadaan istirahatpun
selalu didapatkan asam laktat dalam darah dan kadar ini bertambah berat pada
latihan. Asam laktat juga menjadi sebab tinbulnya kelelahan. Oleh karena itu,
sedapat mungkin kadar asam laktat itu dikembalikan kekeadaan sebelum latihan,
yaitu ke kadar yang rendah.
Bagaimana nasib asam laktat yang
terdapat dalam tubuh setelah latihan sebagian laktat akan dibuang lewat
keringat natau urine, dan sebagian kecil asam laktat dapat diubah kembali
menjadi bentuk glikogen dalam hati. Perlu diungkapkan bahwa pembentukan
glikogen dalam hati dari asam laktat tidak memegang peranan yang sangat penting
dalam pengurangan kadar asam laktat. Pengurangan asam laktat yang terbanyak
adalah dengan cara mengubah asam laktat ke dan . Hal ini dapat dilakukan
oleh otot, otot jantung, ginjal maupn hati.
Pembuangan asam laktat lebih baik
kalau kalau seseorang itu berlatih secara kontinyu. Latihan intermikken
berfungsi lebih cepat menurunkan kadar laktat dalam darah. Pembuangan asam
laktat dalam darah dan otot terjadi 25 menit bila tanpa aktivitas. Pembuangan
asam laktat lebih cepat dengan latihan fisik ringan secara kontinyu. Jadi
dianjurkan ntuk tetap berlatih yang ringan selama tidak bertanding serta
makan – makanan yang mengandung karbohidrat.
3.
Pemulihan
Cadangan Energi
Oksigen bersenyawa dengan myoglobin
yaitu suatu macam protein yang terdapat dalam otot yang mempunyai sifat
mengikat olsigen.oksigen yang tersimpan dan terikat dengan myoglobin ini
diperkirakan 11,2 ml/kg otot sehingga untuk orang yang beratnya 30 kg, maka
yang tersimpan 30 x 11,2 ml = 336 ml oksigen. Kalau dilihat sepintas lalu
memang cadangan oksigen itu tidak begitu banyak, namun pengaruh cadangan
oksigen itu akan kelihata apabila seseorang bekerja secara intemitten.
4. Pemulihan
Secara Alami
a. Kinotherapy (active rest)
1)
Kinotherapy adalah menghilangkan secara cepat asam
laktat dalam latihan aerobik level moderat.
2)
Intensitas latihan aerobik level sedang dalam
kinotherapy tidak lebih dari 60% laju detak jantung atlet.
3)
Joging ringan akan menghilangkan 62% asam laktat dalam
10 menit pertama, pada 10-20 menit berikutnya 26% asam laktat akan hilang.
b. Complete Rest (passive rest)
1)
Istirahat penuh adalah mengistirahatkan untuk
sementara working capacity seorang atlet.
2)
Atlet perlu tidur 9-10 jam dimana
80-90% tidur diilakukan malam hari.
3)
Atlet memerlukan treatmen relaksasi
agar tidurnya nyenyak. Relaksasi itu bisa dilakukan antara lain dengan
relaksasi, pijat, maupun mandi air hangat. Lampu kamar yang dimatikan, aroma
terapi. Jika perlu, gunakan ear plug jika situasi kamar berisik.
4. Proses
Pemulihan
|
Proses
pemulihan
|
Perkiraan
waktu pemulihan
|
|
|
Minimum
|
Maksimum
|
|
|
Pemulihan
otot Penyimpanan ATP-PC Memperbaiki komponen alaktacid
Pemulihan glikogen dalam otot
Penyimpanan glikogen di hati
Memperbaiki asam laktat dari darah dan otot
Memperbaiki komponen laktacid oksigen
Pemulihan cadangan olsigen
|
2 menit3
menit10 hari
15 hari
Tidak diketahui
30 menit
1 hari
30 menit
10-15 detik
|
5 menit5
menit46 hari
24 hari
12-24 hari
1 hari
2 hari
1 hari
1 menit
|
C.
Peran Protein dalam Latihan Pemulihan
1.
Peran Protein dalam Latihan Pemulihan
Dengan Lembaga Ilmu Olah Raga
Gatorade Nutrisi yang tepat sangat penting untuk membantu atlet pulih dari
latihan dan kompetisi. Sudah diterima secara luas bahwa karbohidrat (CHO) merupakan
sumber bahan bakar penting selama latihan dan juga memainkan peran utama dalam
mempromosikan pemulihan setelah latihan. Namun, pentingnya protein kurang
dipahami.
Tidak ada keraguan bahwa konsumsi protein membantu
atlet pulih dari latihan, tapi pertanyaan tetap mengenai jumlah jenis, optimal
dan waktu protein diperlukan untuk adaptasi pelatihan mengoptimalkan-induced
dalam otot rangka.
2.
Berapa banyak protein yang
atlet butuhkan?
Asupan referensi saat makanan (DRI)
untuk protein bagi orang-orang lebih dari 18 tahun, terlepas dari status
aktivitas fisik, adalah 0,8 gram per kilogram berat badan per hari (yaitu, 80 g
protein untuk 220 lb 100-kg (- ) orang). Namun, banyak ahli gizi olahraga telah
menyimpulkan bahwa kebutuhan protein lebih tinggi bagi para atlet (American
College of Sports Medicine, American Dietetic Association, dan ahli gizi dari
Kanada (2000) Posisi Pernyataan Bersama:. Nutrisi dan atletis kinerja Med Sci
Sports Exerc.... 32:2130-2145).
Protein
tambahan yang mungkin diperlukan dalam rangka untuk mempromosikan adaptasi otot
selama pemulihan dari latihan dalam beberapa cara
a. Membantu
dalam perbaikan kerusakan latihan-dibujuk untuk serat otot.
b. Mempromosikan
pelatihan-induced adaptasi dalam serat otot (misalnya, sintesis protein baru
yang terlibat dalam produksi energi dan / atau generasi kekuatan).
c. Memfasilitasi
penambahan menyimpan energi habis.
d. American
College of Sports Medicine (ACSM), American Dietetic Association (ADA) dan Ahli
diet Kanada (DC) merekomendasikan bahwa (lihat referensi di atas):
e.
rekomendasi Protein untuk atlet ketahanan adalah
1,2-1,4 g / kg berat badan per hari, sedangkan untuk ketahanan dan
kekuatan-atlet dilatih mungkin setinggi 1,6-1,7 g / kg berat badan per hari.
f. Ini konsumsi
protein yang dianjurkan umumnya dapat dipenuhi melalui diet saja, tanpa
menggunakan suplemen protein atau asam amino, jika asupan energi yang cukup
untuk menjaga berat badan.
Beberapa implikasi dari ACSM / ADA / DC Posisi Pernyataan adalah bahwa:
Beberapa implikasi dari ACSM / ADA / DC Posisi Pernyataan adalah bahwa:
·
kebutuhan protein individu dapat dipengaruhi oleh
ukuran atlet serta tuntutan / nya olahraga nya (yaitu, apakah olahraga terutama
"daya tahan" - atau "kekuatan"-oriented).
Misalnya, (132 lb) 60-kg cross country runner mungkin memerlukan 70-85 gram protein per hari, sedangkan 100 kg (220 lb) pemain sepak bola yang mungkin membutuhkan sampai 160-170 gram protein setiap hari.
Misalnya, (132 lb) 60-kg cross country runner mungkin memerlukan 70-85 gram protein per hari, sedangkan 100 kg (220 lb) pemain sepak bola yang mungkin membutuhkan sampai 160-170 gram protein setiap hari.
·
Atlet membutuhkan ~ 10-15% dari asupan energi harian
mereka dari protein, asalkan praktek gizi suara yang diikuti dan asupan energi
yang cukup untuk menjaga berat badan. Jika, misalnya, seorang atlet
mengkonsumsi 3.000 kkal dan 10% dari kalori berasal dari protein, itu sudah
cukup untuk menyediakan 75 gram protein (3.000 x 0.10 / 4 kkal per gram
protein).
·
Atlet dapat memenuhi kebutuhan protein mereka melalui
diet saja, tanpa bantuan suplemen protein atau asam amino, sebagai makanan khas
Amerika Utara kaya makanan yang mengandung protein. Pengecualian untuk
rekomendasi ini adalah atlet yang membatasi asupan energi dalam rangka untuk
menurunkan berat badan.
Dalam situasi, upaya khusus harus dilakukan untuk
mengkonsumsi makanan (misalnya, daging, ikan, telur) dan minuman (misalnya,
susu) yang mengandung jumlah cukup protein berkualitas tinggi. Vegetarian atlet
juga harus memantau pilihan makanan mereka dengan hati-hati.
3.
Pemulihan
dari kekuatan / ketahanan latihan
Latihan resistensi Berat
meningkatkan tingkat baik sintesis protein dan gangguan pada otot selama
minimal 24 jam setelah latihan. Kecuali makanan yang mengandung protein yang
dikonsumsi selama pemulihan, kerusakan akan melebihi sintesis, yang
mengakibatkan hilangnya massa otot. Studi (Tipton KD, Wolfe RR (2004) Protein
dan asam amino untuk atlet J Sports Sci 22:65-79;... Rasmussen RB, Phillips SM
(2003) Kontraktil dan peraturan gizi pertumbuhan otot manusia Exerc..... ..
Sport Rev Sci 31:127-131) telah menunjukkan:
a. Jumlah
protein diet yang diperlukan untuk merangsang pemulihan otot adalah
mengherankan kecil, hanya 5-10 g asam amino (itu hanya 20-40 kkal protein).
b. asam amino
esensial yang unggul untuk asam amino non-esensial untuk merangsang pertumbuhan
otot. Makanan seperti ikan, daging, telur, dan susu yang kaya akan asam amino
esensial.
c. The
"dosis efektif maksimum" asam amino (misalnya, ukuran melayani
tunggal yang maksimal akan merangsang akresi otot protein) tidak diketahui,
bagaimanapun, sebuah studi menunjukkan bahwa jumlah protein otot diperoleh
adalah serupa ketika subjek dikonsumsi ~ 20 g atau ~ 40 g asam amino esensial
setelah latihan angkat besi. (Tipton KD, Ferrando AA, Phillips SM, Doyle D Jr,
Wolfe RR (1999) Postexercise sintesis protein bersih dalam otot manusia dari
asam amino oral Am J Physiol Endocrinol Metab 276:.... E634 E628-)
d. Dengan
demikian, tampaknya ada titik ketersediaan asam amino di atas yang tidak
stimulasi lebih lanjut dari sintesis protein otot terjadi. Hal ini menunjukkan
bahwa dosis tunggal besar mengkonsumsi protein dengan harapan mempercepat
pertumbuhan otot lebih lanjut (seperti yang sering dilakukan oleh atlet
kekuatan) adalah sia-sia.
e.
Dorongan anabolik distimulasi oleh dosis tunggal asam
amino bersifat sementara dan hanya berlangsung satu sampai dua jam. Ini berarti
bahwa menelan berulang dosis kecil protein selama pemulihan mungkin lebih
efektif dalam mengoptimalkan tingkat keuntungan otot protein, sebagai lawan
makan hanya satu kali makan besar.
f.
Karbohidrat ditambahkan ke campuran protein tidak
nyata mempengaruhi respon otot anabolik, tetapi tidak memberikan manfaat lain,
yang terpenting adalah resynthesis glikogen otot.
4.
Pemulihan dari latihan ketahanan
Glikogen otot merupakan bahan bakar
utama untuk energi selama latihan, dan kemampuan untuk secara cepat melengkapi
penyimpanan glikogen selama masa pemulihan adalah penting bagi para atlet. Hal
ini terutama berlaku untuk atlet menjalani latihan pertarungan panjang atau
latihan beberapa hari.
Strategi terbaik untuk mempromosikan
resynthesis glikogen otot selama beberapa jam awal setelah latihan adalah untuk
menelan jumlah yang tinggi karbohidrat (CHO) pada interval yang sering. Asalkan
dikonsumsi CHO pada laju sekitar 1,2 gram per kilogram CHO berat badan per jam
(0,5 g / lb / jam), dalam interval 15 sampai 30 menit, bukti yang paling
menunjukkan protein yang ditambahkan ke minuman pemulihan akan tidak lebih
lanjut meningkatkan tingkat resynthesis glikogen otot. (5Burke LM et al
(2004).. Karbohidrat dan lemak untuk pelatihan dan pemulihan J Olahraga. Sci
22:15-30.
Protein yang dikonsumsi setelah
latihan tidak membantu dalam perbaikan dan sintesis protein otot, dan karena
itu, sangat penting untuk proses pemulihan. Misalnya, protein ditambahkan ke
CHO / suplemen lemak meningkat otot tungkai pertambahan protein selama masa
pemulihan dari latihan bersepeda, karena bertentangan dengan kerugian bersih
protein otot ketika baru saja CHO dan lemak ditelan. (6Levenhagen DK et al.
(2002) asupan protein Postexercise meningkatkan seluruh tubuh dan pertambahan
kaki protein pada manusia Med Sci. Sports Exerc 34:828-837..)
D. Kesimpulan
Pemulihan lebih cepat bila berlatih
secara kontinyu dan akan lebih cepat lagi jika berlatih secara intermitten.
Pemulihan (recovery) adalah mengembalikan kondisi tubuh sebelum perlombaan.
Jadi pengertian itu sangat penting untuk menentukan tindakan – tindakan
selanjutnya dari pelatih. Pengertian ini perlu untuk menentukan…adalam turnamen
serta latihan – latihan dalam turnamen
DAFTAR PUSTAKA
Soekarman, prof. Dr. R. 1991. Energi
dan Sistem Enrgi Predominan pada Olahraga. Jakarta :
Komite Olahraga Nasioanal Indonesia Pusat
Tudor O Bompa, PhD. 2009. Periodization Theory and
Methodology of Training York University Human Kinetics
Tidak ada komentar:
Posting Komentar