A. Metode Dan Pengaruh Latihan Beban
Metode latihan adalah suatu cara
latihan yang dilakukan dalam waktu lama, yang juga dilakukan secara sistematis,
dilakukan berulang-ulang dengan beban latihan kian hari kian meningkat jumlah
bebannya.
B. Prinsip-prinsip Latihan
Prinsip-prinsip latihan menurut
Bompa adalah partisipasi aktif, perkembangan menyeluruh, spesialisasi,
individualisasi, variasi, model dalam proses latihan, beban meningkat.Pate menyarankan prinsip-prinsip latihan harus
mempertimbangkan: pembebanan berlebih, konsistensi, kekhususan, kemajuan, ciri
pribadi, keadaan latihan, periodisasi, masa stabil, tekanan-tekanan dalam
berlatih.Faleck dan Kraemer berpendapat
dalam latihan harus memperhatikan prinsip; pembebanan berlebih, waktu istirahat,
kekhususan, variasi latihan, detraining, individualisasi.
Prinsip
latihan beban
1)
Prinsip overload
Bahwa latihan yang diberikan harus cukup berat, serta harus
dilakukan berulang kali dengan intensitas yang cukup tinggi (M. Sajoto, 1988 :
42). Menurut Suharno HP (1985) latihan harus mengakibatkan penekanan fisik dan
mental. Prinsip overload ini adalah prinsip latihan yang paling mendasar dan
paling penting, oleh karena itu apabila tanpa prinsip ini didalam latihan tidak
mungkin prestasi seseorang akan meningkat. Prinsip ini bisa berlaku baik dalam
melatih aspek-aspek fisik, teknik, maupun mental.
2)
Prinsip progresif
Prinsip progresif adalah penambahan beban dengan
memanipulatif intensitas, repetisi dan lama latihan. Penambahan beban dilakukan
dengan meningkatkan beban secara bertahap dalam pogram latihan.
3)
Prinsip reversibel
Kualitas fisik yang diperoleh akan menurun kembali apabila
tidak dilakukan latihan dalam waktu tertentu oleh karena itu latihan harus
berkelanjutan atau berkesinambungan.
4)
Prinsip kekhususan latihan
Pada latihan tiap otot hendaknya tidak bersamaan dalam
melakukan program latihan misalnya dalam pembentukan otot dada dalam
menjalankan latihan hendaknya fokus ke latihan otot dada saja tidak latihan
otot yang lain agar latihannya maksimal.
Adapun tahapan-tahapan latihan yang
diberikan dalam penelitian ini adalah:
a. Pemanasan atau warming-up
sangat perlu dilakukan oleh setiap atlet baik sebelum berlatih (pra-latihan)
maupun sebelum bertanding (pra-pertandingan). Tujuan utamanya adalah untuk
meningkatkan suhu dan aliran darah pada otot skelet yang aktif bekerja.
Peningkatan suhu tersebut bisaanya dilakukan dengan gerakan, seperti jalan di
tempat atau gerakan dasar yang sederhana seperti mengayunkan kepala ke samping
kiri dan kanan atau gerakan lengan atau kaki yang sederhana. Lama pemanasan
untuk menggerakan seluruh otot tubuh berkisar antara 20–30 menit yang mana 5-10
menit terakhir digunakan untuk pemanasan khusus sesuai dengan aktivitas yang
akan dilakukan. Dalam penelitian ini lamanya pemanasan yang diberikan adalah 20
menit.
b. Latihan inti
adalah latihan yang akan diberikan merupakan aktivitas pokok dari cabang
olahraga yang akan dilatihkan. Latihan inti yang diberikan dalam penelitian ini
adalah pemberian metode latihan pliometrik dan metode latihan berbeban yang
akan diberikan kepada sampel. Selama penelitian berlangsung, pembebanan latihan
inti ditingkatkan secara progresif melalui peningkatan intensitas latihan
dan banyaknya set.
c. Latihan
pendinginan yang dimaksud adalah melakukan latihan-latihan yang ringan sesudah
masa berat. Dengan melakukan latihan pendinginan derajat keasaman (pH)
darah lebih cepat turun, sehingga kelelahan akibat latihan yang diakibatkan
oleh peningkatan asam laktat dalam darah cepat hilang. Lama waktu yang
dibutuhkan untuk melakukan pendinginan setelah aktivitas berlangsung adalah
10-30 menit. Dalam penelitian ini lamanya waktu pendinginan yang diberikan
yaitu 20 menit.
Latihan Berbeban
Metode latihan berbeban (weight
training) merupakan salah satu metode latihan yang paling banyak digunakan
oleh pelatih-pelatih kita untuk membina dan meningkatkan kondisi fisik atlet.
Metode ini sangat sederhana karena dapat menggunakan peralatan yang sederhana
pula seperti barbel, dumbell, baju beban, dan lain sebagainya.
Menurut sutrisno dkk, weight
training adalah latihan yang menggunakan barbells, dumbells, pully
wight dan beban lainnya sebagai suatu metode conditioning untuk
meningkatkan prestasi atlet di dalam cabang olahraga pilihannya masing-masing. Menurut Harsono, metode latihan berbeban adalah
latihan yang mengunakan beban untuk memperoleh peningkatan kekuatan serta
kecepatan, apabila apabila dilakukan dengan benar dapat mengembangkan
kecepatan, daya ledak, kekuatan dan daya tahan. O’Shea mengemukakan bahwa
tujuan dari prinsip latihan berbeban untuk atlet adalah mengembangkan kekuatan
otot, power otot dan daya tahan otot.
Seperti halnya latihan pliometrik, di dalam latihan berbeban secara fisiologi
terjadi suatu gerakan adalah juga melakukan rangsangan syaraf somatif (alfa
motorneuron) setelah terjadi proses informasi yang diperoleh melalui indera dan
akibat rangsangan peregangan mendadak pada otot spindle yang disebabkan oleh
tekanan berat beban yang dilakukan oleh mahasiswa akibat gerakannya naik turun.
Untuk dapat mengemukakan bagaimana otot itu berkontraksi sehingga menghasilkan
gerakan dan menjadikan power yang kuat dapat dilihat dari pertautan
filamen aktin dan miosin yang terdapat di dalam otot spindel. Jadi gerakan
latihan berbeban itu baru bermakna apabila setiap gerakannya mampu membuat
filamen katin dan miosin bertautan (cross bridge), karena untuk melihat
proses terjadinya gerakan didalam otot tidak dapat dilihat langsung dengan
mata, maka untuk mengontrol agar gerakan itu dipastikan bahwa filamen aktin dan
miosin terjadi cross bridge, Harsono memberi batasan bahawa sudut
gerakan yang dibentuk dari latihan berbeban itu adalah 90 derajat.
Metode latihan berbadan dengan gerakan mengangkat dan menurunkan beban secara
teratur serta beban latihannya ditambah sedikit demi sedikit secara teratur dan
meningkat secara progresif sehingga akan merangsang otot berkontraksi
secara cepat, sehingga akan menimbulkan kekuatan dan kecepatan yang besar dan
optimal. Untuk mencapai tujuan dari latihan berbeban diperlukan suatu program
latihan yang tepat. Sehubungan dengan itu perlu disusun program latihan dengan dosis
latihan yang tepat dengan mempertimbangkan prinsip-prinsip. Seperti halnya
metode latihan lainnya, metode latihan berbeban juga mempertimbangkan
prinsip-prinsip latihan dalam pelaksanaannya dengan tujuan agar pelaksanaan
metode latihan berbeban tersebut dapat terarah dan tepat sasaran yang akan
dituju.
Harsono mengemukakan bahwa prinsip dan syarat latihan berbeban (weight
training) yang diperlihatkan adalah:
a. Latihan
berbeban harus dimulai oleh pemanasan yang menyeluruh
b. Bebannya harus
lebih (overload) dianjurkan 8-12 RM untuk setiap latihan, dan penentuan 8 RM
melalui trial and error. Bentuk latihan dapat menggunakan beban patokan
kira-kira setengah berat badan kita dan disesuaikan dengan kondisi atlet.
c. Agar hasil
perkembangan otot efektif, setiap bentuk latihan dilakukan set, dan
istirahat antara set 3-15 menit.
d. Setiap
mengangkat, mendorong atau menarik beban harus dilaksanakan dengan teknik yang
benar.
e. Setiap bentuk
latihan harus dilakukan dalam ruang gerak (range of motion) yang
seluas-luasnya, yaitu dari ekstensi penuh sampai kontraksi penuh.
f. Agar
pengembangan otot tidak berat sebelah latihlah antagonis dan antagonis.
g. Pengaturan
pernapasan harus teratur, sebaiknya menghirup nafas waktu melakukan bagian yang
terberat dari latihan dan membuang napas pada waktu bagian relaksasi dari
latihan dan jangan menahan nafas.
h. Selesai latihan
atlet harus dalam keadaan lelah otot lokal sebentar saja.
i.
Latihan berbeda sebaiknya dilakukan 3 kali dalam seminggu, jadi istirahat
latihan sedikitnya 48 jam dan tidak lebih dari 96 kam. Setelah 6-10 minggu akan
terlihat pengaruh dari latihan tersebut.
j.
Pada waktu permulaan berlatih ditujukan untuk pembentukan otot secara
keseluruhan.
k. Harus diawasi
oleh pelatih yang mengetahui tentang latihan berbeban.
l.
Repetisi sedikit dengan beban berat akan menghasilkan kekuatan, sebagai pedoman
kalau berlatih untuk kekuatan bagi cabang olahraga yang tidak terlalu banyak
menggunakan kekuatan seperti bulutangkis, tenis meja, sofball, berat latihannya
adalah 8-12 repetisi, untuk latihan gulat, tinju, judo, dan sebagainya 6-10
repetisi, untuk latihan power 12-15 repetisi dan untuk latihan daya
tahan otot 20-25 repetisi.
Pelaksanaan metode latihan berbeban
terbagi menjadi sistem set dan sistem sirkuit. Harsono menyatakan sistem set
adalah melakukan beberapa repetisi (ulangan) suatu latihan, kemudian disusul
dengan istirahat, kemudian mengulangi lagi repetisi semula. Ada yang melakukan dua set untuk setiap bentuk
latihan, dan ada pula yang tiga set. Sedangkan sistem sirkuit weight
training adalah bentuk latihan-latihan berbeban yang terdiri dari
stasion-stasion. Latihan tertentu dilakukan pada tiap-tiap stasion dengan
jumlah pengulangan yang spesifik. Banyak stasion yang dipakai pada program
permulaan 8 sampai 10 stasion dan jangan lebih dri 12.
Sutrisno menyarankan sebaiknya
latihan berbeban (weight training) jangan melampaui 100 gerakan setiap
latihan, dan minimumnya 70 gerakan. Selanjutnya Bompa juga mengatakan bahwa untuk
meningkatkan kekuatan dan kecepatan pada jenis olahraga yang bersifat klinis
seperti sprint, olahraga team, dengan pembebanan 30%-50% dari kemampuan
maksimal, jumlah latihan 2-4 set, 3-6 repetisi, dengan istirahat antara set
adalah 2-6 menit. Nossek mengemukakan untuk latihan kekuatan dan kecepatan
dapat menggunakan 30-50% kemampuan maksimal, 6-12 repetisi dilakukan dalam 4-6
set dilakukan secara eksplosif dan istirahat 2-5 menit. Sutrisno menambahkan,
untuk mengetahui kemajuan diperlukan pencatatan tentang: atlet, tanggal mulai
latihan, berat angkatan maksimal, berat untuk latihan jumlah ulangan serta
jumlah set, otot yang dilatih, adanya kelemahan target, kemajuan dan kemunduran
dan penentuan sikap lebih lanjut. Berdasarkan pendapat-pendapat tentang
pelaksanaan dan penetapan dosis latihan berbeban, peneliti menetapkan dosis
latihan untuk latihan berbeban yang ditujukan untuk peningkatan daya ledak yang
digunakan untuk melakukan lempar cakram. Dosis latihan yang dimaksud adalah
menggunakan 8 set, 8-12 repetisi, denyut nadi 85-90% dari denyut nadi optimal,
beban untuk memulai latihan diambil 60% dari berat angkatan maksimal
mahasiswa (repetisi maksimal), istirahat 3-5 menit dengan dilakukan dengan
intensitas tinggi, dan dilakukan dengan sistem set.
C Pengaruh Latihan beban
Dilihat dari uraian pelaksanaan
metode latihan berbeban maka dapat dianalisis kelebihan metode latihan berbeban
sebagai berikut: (1) penambahan beban latihan dilakukan secara bertahap
sehingga memberi kesempatan kepada tubuh untuk beradaptasi dengan beban, (2)
gerakan akan terfokus kepada otot mana yang akan dilatih karena gerakan
dilakukan secara statis (ditempat), (3) diperlukan sedikit fleksibilitas dalam
pelaksanaanya, (4) alat-alat yang dipakai mudah diperoleh, serta tidak
memerlukan tempat latihan yang besar. Sedangkan kekurangannya antara lain: (1)
gerakannya monoton sehingga membosankan, (2) walaupun mudah diperoleh, namun
alat-alat latihannya relatif mahal, (3) karena dilakukan di ruangan, terkadang
membuat jenuh.
Berdasarkan pendapat di atas maka metode latihan berbeban dapat didefinisikan
sebagai sebuah wujud dari latihan yang dilakukan secara sistematis, menggunakan
beban untuk meningkatkan kekuatan dan kecepatan dengan gerakan sinergis yang
bertujuan untuk menghasilkan kemampuan daya ledak kemampuan otot.
https://r17---sn-npo7enee.c.docs.google.com/videoplayback?requiressl=yes&id=98d07f731eef8814&itag=18&source=webdrive&app=docs&ip=36.79.60.193&ipbits=0&expire=1440793157&sparams=expire,id,ip,ipbits,itag,mm,mn,ms,mv,nh,pl,requiressl,source&signature=1C0A108503C58811C6D7430F4D974382C989A94B.281781BC75D6A295398D70915A6A1D26E39BE940&key=cms1&pl=19&begin=0&req_id=e07733d07c56a3ee&redirect_counter=3&cms_redirect=yes&mm=30&mn=sn-npo7enee&ms=nxu&mt=1440789703&mv=m&nh=IgpwcjAzLnNpbjAxKgkxMjcuMC4wLjE
BalasHapusBANTU PROSES DANA INSTAN KTA TANPA JAMIMAN DAN KARTU KREDIT LIMIT 10-200 JUTA, SYARAT HANYA FC KTP, SLIP GAJI MIN 3/6 JUTA, ATAU KARTU KREDIT LIMIT MIN 7 JUTA USIA 1 TAHUN, NPWP DAN COVER TABUNGAN, BUNGA KTA MULAI 0.99%-1.8% PROSES MAKSIMAL 14 HARI KERJA, MELAYANI NASABAH SELURUH INDONESIA, AMAN, TERJAMIN, UNTUK INFO HUB chairul sarto utomo tlp/sms whatshap 085600125176 BERKAS FC KTP, SLIP GAJI, NPWP, COVER TABUNGAN, KARTU KREDIT BISA DIKIRIM VIA EMAIL rooly88@gmail,com atau inbok di fb Chairul Ichsan Buana,. alamat kantor BANK ANZ GEDUNG PANDANARAN SEMARANG
BalasHapus