Kamis, 06 Desember 2012

PENGARUH LATIHAN BEBAN


A. Metode Dan Pengaruh Latihan Beban
Metode latihan adalah suatu cara latihan yang dilakukan dalam waktu lama, yang juga dilakukan secara sistematis, dilakukan berulang-ulang dengan beban latihan kian hari kian meningkat jumlah bebannya.

B. Prinsip-prinsip Latihan
Prinsip-prinsip latihan menurut Bompa adalah partisipasi aktif, perkembangan menyeluruh, spesialisasi, individualisasi, variasi, model dalam proses latihan, beban meningkat.Pate menyarankan prinsip-prinsip latihan harus mempertimbangkan: pembebanan berlebih, konsistensi, kekhususan, kemajuan, ciri pribadi, keadaan latihan, periodisasi, masa stabil, tekanan-tekanan dalam berlatih.Faleck dan Kraemer berpendapat dalam latihan harus memperhatikan prinsip; pembebanan berlebih, waktu istirahat, kekhususan, variasi latihan, detraining, individualisasi.
Prinsip latihan beban
1) Prinsip overload
Bahwa latihan yang diberikan harus cukup berat, serta harus dilakukan berulang kali dengan intensitas yang cukup tinggi (M. Sajoto, 1988 : 42). Menurut Suharno HP (1985) latihan harus mengakibatkan penekanan fisik dan mental. Prinsip overload ini adalah prinsip latihan yang paling mendasar dan paling penting, oleh karena itu apabila tanpa prinsip ini didalam latihan tidak mungkin prestasi seseorang akan meningkat. Prinsip ini bisa berlaku baik dalam melatih aspek-aspek fisik, teknik, maupun mental.
2) Prinsip progresif
Prinsip progresif adalah penambahan beban dengan memanipulatif intensitas, repetisi dan lama latihan. Penambahan beban dilakukan dengan meningkatkan beban secara bertahap dalam pogram latihan.
3) Prinsip reversibel
Kualitas fisik yang diperoleh akan menurun kembali apabila tidak dilakukan latihan dalam waktu tertentu oleh karena itu latihan harus berkelanjutan atau berkesinambungan.
4) Prinsip kekhususan latihan
Pada latihan tiap otot hendaknya tidak bersamaan dalam melakukan program latihan misalnya dalam pembentukan otot dada dalam menjalankan latihan hendaknya fokus ke latihan otot dada saja tidak latihan otot yang lain agar latihannya maksimal.

Adapun tahapan-tahapan latihan yang diberikan dalam penelitian ini adalah:    
a.    Pemanasan atau warming-up sangat perlu dilakukan oleh setiap atlet baik sebelum berlatih (pra-latihan) maupun sebelum bertanding (pra-pertandingan). Tujuan utamanya adalah untuk meningkatkan suhu dan aliran darah pada otot skelet yang aktif bekerja. Peningkatan suhu tersebut bisaanya dilakukan dengan gerakan, seperti jalan di tempat atau gerakan dasar yang sederhana seperti mengayunkan kepala ke samping kiri dan kanan atau gerakan lengan atau kaki yang sederhana. Lama pemanasan untuk menggerakan seluruh otot tubuh berkisar antara 20–30 menit yang mana 5-10 menit terakhir digunakan untuk pemanasan khusus sesuai dengan aktivitas yang akan dilakukan. Dalam penelitian ini lamanya pemanasan yang diberikan adalah 20 menit.
b.    Latihan inti adalah latihan yang akan diberikan merupakan aktivitas pokok dari cabang olahraga yang akan dilatihkan. Latihan inti yang diberikan dalam penelitian ini adalah pemberian metode latihan pliometrik dan metode latihan berbeban yang akan diberikan kepada sampel. Selama penelitian berlangsung, pembebanan latihan inti ditingkatkan secara progresif melalui peningkatan intensitas latihan dan  banyaknya set.
c.    Latihan pendinginan yang dimaksud adalah melakukan latihan-latihan yang ringan sesudah masa berat. Dengan melakukan latihan pendinginan derajat keasaman (pH) darah lebih cepat turun, sehingga kelelahan akibat latihan yang diakibatkan oleh peningkatan asam laktat dalam darah  cepat hilang. Lama waktu yang dibutuhkan untuk melakukan pendinginan setelah aktivitas berlangsung adalah 10-30 menit. Dalam penelitian ini lamanya waktu pendinginan yang diberikan yaitu 20 menit.
Latihan Berbeban
Metode latihan berbeban (weight training) merupakan salah satu metode latihan yang paling banyak digunakan oleh pelatih-pelatih kita untuk membina dan meningkatkan kondisi fisik atlet. Metode ini sangat sederhana karena dapat menggunakan peralatan yang sederhana pula seperti barbel, dumbell, baju beban, dan lain sebagainya.
Menurut sutrisno dkk, weight training adalah latihan yang menggunakan barbells, dumbells, pully wight dan beban lainnya sebagai suatu metode conditioning untuk meningkatkan prestasi atlet di dalam cabang olahraga pilihannya masing-masing. Menurut Harsono, metode latihan berbeban adalah latihan yang mengunakan beban untuk memperoleh peningkatan kekuatan serta kecepatan, apabila apabila dilakukan dengan benar dapat mengembangkan kecepatan, daya ledak, kekuatan dan daya tahan. O’Shea mengemukakan bahwa tujuan dari prinsip latihan berbeban untuk atlet adalah mengembangkan kekuatan otot, power otot dan daya tahan otot.
            Seperti halnya latihan pliometrik, di dalam latihan berbeban secara fisiologi terjadi suatu gerakan adalah juga melakukan rangsangan syaraf somatif (alfa motorneuron) setelah terjadi proses informasi yang diperoleh melalui indera dan akibat rangsangan peregangan mendadak pada otot spindle yang disebabkan oleh tekanan berat beban yang dilakukan oleh mahasiswa akibat gerakannya naik turun. Untuk dapat mengemukakan bagaimana otot itu berkontraksi sehingga menghasilkan gerakan dan menjadikan power yang kuat dapat dilihat dari pertautan filamen aktin dan miosin yang terdapat di dalam otot spindel. Jadi gerakan latihan berbeban itu baru bermakna apabila setiap gerakannya mampu membuat filamen katin dan miosin bertautan (cross bridge), karena untuk melihat proses terjadinya gerakan didalam otot tidak dapat dilihat langsung dengan mata, maka untuk mengontrol agar gerakan itu dipastikan bahwa filamen aktin dan miosin terjadi cross bridge, Harsono memberi batasan bahawa sudut gerakan yang dibentuk dari latihan berbeban itu adalah 90 derajat.
            Metode latihan berbadan dengan gerakan mengangkat dan menurunkan beban secara teratur serta beban latihannya ditambah sedikit demi sedikit secara teratur dan meningkat secara progresif sehingga akan merangsang otot  berkontraksi secara cepat, sehingga akan menimbulkan kekuatan dan kecepatan yang besar dan optimal. Untuk mencapai tujuan dari latihan berbeban diperlukan suatu program latihan yang tepat. Sehubungan dengan itu perlu disusun program latihan dengan dosis latihan yang tepat dengan mempertimbangkan prinsip-prinsip. Seperti halnya metode latihan lainnya, metode latihan berbeban juga mempertimbangkan prinsip-prinsip latihan dalam pelaksanaannya dengan tujuan agar pelaksanaan metode latihan berbeban tersebut dapat terarah dan tepat sasaran yang akan dituju.
            Harsono mengemukakan bahwa prinsip dan syarat latihan berbeban (weight training) yang diperlihatkan adalah:
a.    Latihan berbeban harus dimulai oleh pemanasan yang menyeluruh
b.    Bebannya harus lebih (overload) dianjurkan 8-12 RM untuk setiap latihan, dan penentuan 8 RM melalui trial and error. Bentuk latihan dapat menggunakan beban patokan kira-kira setengah berat badan kita dan disesuaikan dengan kondisi atlet.
c.    Agar hasil perkembangan otot efektif, setiap bentuk latihan dilakukan  set, dan istirahat antara set 3-15 menit.
d.    Setiap mengangkat, mendorong atau menarik beban harus dilaksanakan dengan teknik yang benar.
e.    Setiap bentuk latihan harus dilakukan dalam ruang gerak (range of motion) yang seluas-luasnya, yaitu dari ekstensi penuh sampai kontraksi penuh.
f.     Agar pengembangan otot tidak berat sebelah latihlah antagonis dan antagonis.
g.    Pengaturan pernapasan harus teratur, sebaiknya menghirup nafas waktu melakukan bagian yang terberat dari latihan dan membuang napas pada waktu bagian relaksasi dari latihan dan jangan menahan nafas.
h.    Selesai latihan atlet harus dalam keadaan lelah otot lokal sebentar saja.
i.      Latihan berbeda sebaiknya dilakukan 3 kali dalam seminggu, jadi istirahat latihan sedikitnya 48 jam dan tidak lebih dari 96 kam. Setelah 6-10 minggu akan terlihat pengaruh dari latihan tersebut.
j.      Pada waktu permulaan berlatih ditujukan untuk pembentukan otot secara keseluruhan.
k.    Harus diawasi oleh pelatih yang mengetahui tentang latihan berbeban.
l.      Repetisi sedikit dengan beban berat akan menghasilkan kekuatan, sebagai pedoman kalau berlatih untuk kekuatan bagi cabang olahraga yang tidak terlalu banyak menggunakan kekuatan seperti bulutangkis, tenis meja, sofball, berat latihannya adalah 8-12 repetisi, untuk latihan gulat, tinju, judo, dan sebagainya 6-10 repetisi, untuk latihan power 12-15 repetisi dan untuk latihan daya tahan otot 20-25 repetisi.
Pelaksanaan metode latihan berbeban terbagi menjadi sistem set dan sistem sirkuit. Harsono menyatakan sistem set adalah melakukan beberapa repetisi (ulangan) suatu latihan, kemudian disusul dengan istirahat, kemudian mengulangi lagi repetisi semula. Ada yang melakukan dua set untuk setiap bentuk latihan, dan ada pula yang tiga set. Sedangkan sistem sirkuit weight training adalah bentuk latihan-latihan berbeban yang terdiri dari stasion-stasion. Latihan tertentu dilakukan pada tiap-tiap stasion dengan jumlah pengulangan yang spesifik. Banyak stasion yang dipakai pada program permulaan 8 sampai 10 stasion dan jangan lebih dri 12.
Sutrisno menyarankan sebaiknya latihan berbeban (weight training) jangan melampaui 100 gerakan setiap latihan, dan minimumnya 70 gerakan. Selanjutnya Bompa juga mengatakan bahwa untuk meningkatkan kekuatan dan kecepatan pada jenis olahraga yang bersifat klinis seperti sprint, olahraga team, dengan pembebanan 30%-50% dari kemampuan maksimal, jumlah latihan 2-4 set, 3-6 repetisi, dengan istirahat antara set adalah 2-6 menit. Nossek mengemukakan untuk latihan kekuatan dan kecepatan dapat menggunakan 30-50% kemampuan maksimal, 6-12 repetisi dilakukan dalam 4-6 set dilakukan secara eksplosif dan istirahat 2-5 menit. Sutrisno menambahkan, untuk mengetahui kemajuan diperlukan pencatatan tentang: atlet, tanggal mulai latihan, berat angkatan maksimal, berat untuk latihan jumlah ulangan serta jumlah set, otot yang dilatih, adanya kelemahan target, kemajuan dan kemunduran dan penentuan sikap lebih lanjut. Berdasarkan pendapat-pendapat tentang pelaksanaan dan penetapan dosis latihan berbeban, peneliti menetapkan dosis latihan untuk latihan berbeban yang ditujukan untuk peningkatan daya ledak yang digunakan untuk melakukan lempar cakram. Dosis latihan yang dimaksud adalah menggunakan 8 set, 8-12 repetisi, denyut nadi 85-90% dari denyut nadi optimal, beban untuk memulai latihan diambil 60%  dari berat angkatan maksimal mahasiswa (repetisi maksimal), istirahat 3-5 menit dengan dilakukan dengan intensitas tinggi, dan dilakukan dengan sistem set.


C Pengaruh Latihan beban
Dilihat dari uraian pelaksanaan metode latihan berbeban maka dapat dianalisis kelebihan metode latihan berbeban sebagai berikut: (1) penambahan beban latihan dilakukan secara bertahap sehingga memberi kesempatan kepada tubuh untuk beradaptasi dengan beban, (2) gerakan akan terfokus kepada otot mana yang akan dilatih karena gerakan dilakukan secara statis (ditempat), (3) diperlukan sedikit fleksibilitas dalam pelaksanaanya, (4) alat-alat yang dipakai mudah diperoleh, serta tidak memerlukan tempat latihan yang besar. Sedangkan kekurangannya antara lain: (1) gerakannya monoton sehingga membosankan, (2) walaupun mudah diperoleh, namun alat-alat latihannya relatif mahal, (3) karena dilakukan di ruangan, terkadang membuat jenuh.
            Berdasarkan pendapat di atas maka metode latihan berbeban dapat didefinisikan sebagai sebuah wujud dari latihan yang dilakukan secara sistematis, menggunakan beban untuk meningkatkan kekuatan dan kecepatan dengan gerakan sinergis yang bertujuan untuk menghasilkan kemampuan daya ledak kemampuan otot.

2 komentar:

  1. https://r17---sn-npo7enee.c.docs.google.com/videoplayback?requiressl=yes&id=98d07f731eef8814&itag=18&source=webdrive&app=docs&ip=36.79.60.193&ipbits=0&expire=1440793157&sparams=expire,id,ip,ipbits,itag,mm,mn,ms,mv,nh,pl,requiressl,source&signature=1C0A108503C58811C6D7430F4D974382C989A94B.281781BC75D6A295398D70915A6A1D26E39BE940&key=cms1&pl=19&begin=0&req_id=e07733d07c56a3ee&redirect_counter=3&cms_redirect=yes&mm=30&mn=sn-npo7enee&ms=nxu&mt=1440789703&mv=m&nh=IgpwcjAzLnNpbjAxKgkxMjcuMC4wLjE

    BalasHapus
  2. BANTU PROSES DANA INSTAN KTA TANPA JAMIMAN DAN KARTU KREDIT LIMIT 10-200 JUTA, SYARAT HANYA FC KTP, SLIP GAJI MIN 3/6 JUTA, ATAU KARTU KREDIT LIMIT MIN 7 JUTA USIA 1 TAHUN, NPWP DAN COVER TABUNGAN, BUNGA KTA MULAI 0.99%-1.8% PROSES MAKSIMAL 14 HARI KERJA, MELAYANI NASABAH SELURUH INDONESIA, AMAN, TERJAMIN, UNTUK INFO HUB chairul sarto utomo tlp/sms whatshap 085600125176 BERKAS FC KTP, SLIP GAJI, NPWP, COVER TABUNGAN, KARTU KREDIT BISA DIKIRIM VIA EMAIL rooly88@gmail,com atau inbok di fb Chairul Ichsan Buana,. alamat kantor BANK ANZ GEDUNG PANDANARAN SEMARANG

    BalasHapus