Kamis, 06 Desember 2012

NEUROMUSCULAR DALAM OLAHRAGA




I.        PENDAHULUAN
A.      Latar Belakang
Dilihat dari kajian Fisiologi dan berbicara mengenai pelatihan fisik khususnya kekuatan,  apabila kita akan melatih, maka kita harus mengetahui dan memahami tentang otot - otot dan fungsi gerak dari sistem persendian  sehingga dapat memaksimalkan latihan. Tidak ketinggalan pula dengan mengetahui sistem saraf maka kita bisa menyadari bahwa dari sistem inilah berasal segala fenomena kesadaran, pikiran, ingatan, bahasa, sensasi dan gerakan. Oleh karena itu maka diharapkan pelatih harus mengetahui dan mempelajari tentang “ Neuromuscular “ sehingga dapat melakukan  penerapannya di dalam olahraga, hal ini diimaksudkan adalah sebagai  usaha untuk meningkatkan prestasi bagi atlet - atletnya.

II.      PEMBAHASAN
Neuromuskuler adalah dua system yang tidak dapat di pisahkan dalam kehidupan sehari-hari , terutama dalam keadaan olahraga. Muskuler (perototan) dalam funsinya adalah mengerut /memendek/kontraksi. Dalam pemendekan , otot di rangsang (dikontrol) oleh system neoru/saraf  sehingga otot terkontrol kekuatan,akurasi, dan pawer –nya. Hal ini di sebabkan semakin besar berkehendak ,semakin kuat dan cepat kontraksinya sehingga tidak mungkin otot menampilkan kerjanya dengan baik tampa sumbangan dari saraf.dalam bahasa Indonesia
Neoro = saraf dalam bahasa Indonesia berfungsi menerima sensor (penerima rangsaan) dan muskeler adalah otot sebuah jaringan dalam tubuh dengan kontraksi sebagai tugas utama. Otot diklasifikasikan menjadi tiga jenis yaitu otot lurik, otot polos dan otot jantung. Otot menyebabkan pergerakan suatu organisme maupun pergerakan dari organ dalam organisme tersebut.

1.      Jaringan saraf, jenis – jenis saraf dan fungsinya
Jaringan adalah sekumpulan sel yang pekerjaaannya tersusun menjadi satu dan mempunyai fungsi tertentu. Jaringan ini dibagi menjadi jaringan penutup, jaringan penunjang,  jaringan otot, jaringan saraf, jaringan cairan. Berdasarkan jenis dan
fungsinya yaitu:
·         Syaraf sensori menyampaikan informasi dari luar ke sistem syaraf pusat;
·         Syaraf motorik menyampaikan informasi dari sistem syaraf pusat ke organs efektor, yaitu otots dan kelenjars;
·         Refleks merupakan kerja sama antara sya-raf sensori, syaraf motorik dan sistem sya-raf pusat,
                
Sistem saraf tersusun oleh berjuta-juta sel saraf yang mempunyai bentuk bervariasi. Sistem ini meliputi sistem saraf pusat dan sistem saraf tepi. Dalam kegiatannya saraf mempunyai hubungan kerja seperti mata rantai ( berurutan )antara reseptor dan efector. Reseptor adalah satu atau sekelompok sel saraf dan sel lainnya yang berfungsi mengenali rangsangan tertentu yang berasal dari luar atau dari dalam tubuh. Efektor adalah sel atau organ yang menghasilkan tanggapan terhadap ransangan. Contohnya kelenjar dan otot.
Sistem saraf yang terdiri dari jutaan sel saraf ( neuron ) memiliki fungsi mengirimkan pesan ( impuls ) yang berupa ransang atau tanggapan. Pada struktur sel saraf, setiap neuron terdiri dari satu badan sel yang di dalamnya terdapat sitoplasma dan inti sel. Dari badan sel inilah keluar dua macam serabut saraf, yaitu dendrit dan akson (neurit ). Dendrit berfungsi mengirimkan impuls ke badan sel saraf, sedangkan akson berfungsi mengirimkan impuls dari badan sel ke jaringan lain. Akson biasanya sangat panjang, sebaliknya dendrite pendek.
Kelompok – kelompok serabut saraf, akson dan dendrit bergabung dalam satu selubung dan membentuk urat saraf. Sedangkan badan sel saraf berkumpul membentuk ganglion atau simpul saraf.
2.      SINAPSIS
Sinapsis adalah titik temu antara terminal akson salah satu neuron dengan neuron lain. Sinapsis dibentuk oleh terminal akson yang membengkak. Di dalam sitoplasma sinapsis, tonjolan sinapsis terdapat struktur kumpulan membran kecil berisi neurotransmitter yang disebut  vesikula sinapsis. Ketika impuls mencapai ujung neuron, vesicular akan bergerak, lalu melebur dengan membran pra sinapsis dan melepaskan asetilkolin. Asetilkolin berdifusi melalui celah sinapsis, lalu menempel pada reseptor di membran post sinapsis. Penempelan asetilkolin pada reseptor menimbulkan impuls pada sel saraf berikutnya.
Karenanya sinapsis bisa dibedakan atas :


a.      Dendritik sinapsis ( dendritic synapse )
Sinapsis jenis ini terbentuk akibat bertemunya akson dari neuron pre sinapsis dengan dendrite dari neuron post sinapsis.
b.      Somatil sinapsis ( somatic synapse )
Sinapsis jenis ini terbentuk akibat bertemunya akson dari neuron pre sinapsis dengan badan sel dari neuron post sinapsis.
c.       Akson sinapsis ( axonal synapse )
Sinapsis jenis ini terbentuk akibat bertemunya akson dari neuron pre sinapsis dengan akson dari neuron post sinapsis.
3.      Jaringan otot
Jaringan otot adalah sekumpulan sel-sel otot, yang terdiri dari sel-sel otot yang bentuknya panjang dan ramping, tiap otot mempunyai serabut otot dan serabut otot ini dikumpulkan menjadi sebuah alat tubuh yang disebut otot ( daging )
Jaringan otot dapat dibedakan menjadi 3 macam :
a.      Jaringan otot polos
Jaringan otot polos  berbentuk kumparan, yaitu ujungnya meruncing dengan bagian tengahnya membesar dan mempunyai satu inti sel. Jaringan otot polos ini  mempunyai serabut-serabut ( fibril ) yang homogen sehingga bila diamati di bawah mikroskop tampak  polos atau tidak bergaris – garis. Otot polos berkontraksi secara reflex dan di bawah pengaruh saraf otonom. Kerja otot polos tidak dipengaruhi oleh kehendak kita, maka otot ini disebut otot tak sadar.
b.      Jaringan otot lurik/otot rangka
Nama lain dari otot lurik ini adalah jaringan otot rangka karena sebagian besar jenis otot ini melekat pada kerangka tubule. Kontraksinya menurut kehendak kita dan di bawah pengaruh saraf sadar. Dinamakan otot lurik karena bila dilihat di bawah mikroskop tampak adanya garis gelap dan terang berselang – selang melintang di sepanjang serabut otot.. Fungsi otot lurik ini adalah untuk menggerakkan tulang dan melindungi kerangka dari benturan keras.
c.       Jaringan otot jantung
Jaringan otot ini hanya terdapat pada lapisan tengah dinding jantung. Terdiri dari serabut otot yang bercabang - cabang dan berinti banyak. Strukturnya menyerupai otot lurik, meskipun begitu kontraksi otot jantung secara refleks  serta reaksi terhadap rangsang lambat. Kerja otot jantung kontraksinya dipengaruhi oleh saraf tidak sadar. fungsi otot jantung ini adalah untuk memompa darah ke luar jantung

3.1.TIPE –TIPE SERABUT OTOT
Pada prinsipnya penelitian membedakan 2 tipe serabut otot, yakni serabut otot merah dan serabut otot putih. Serabut otot dengan isi myoglobin yang lebih banyak berwarna merah penting untuk mendapatkan energi aerob atau biasa disebut kedut lambat. Sedangkan otot yang kandungan ATPnya lebih banyak warnanya putih ( pucat ), syarat penting untuk mendapatkan energi anaerob atau kedut cepat. Serabut otot merah yang lambat itu penting untuk penyediaan energi aerob ( karena kandungan myoglobin yang tinggi ), sehingga merupakan persyaratan penting untuk kerja yang harus dilakukan untuk waktu lama. Dan serabut otot putih merupakan syarat optimal untuk penyediaan energi anaerob ( penyediaan energi anaerob terjadi dengan kecepatan yang berbeda - beda, walaupun juga tergantung dari bawaan/bakat.


III.    PENUTUP
Sistem saraf berperanan penting dalam mengkoordinasi dan mengontrol aktivitas tubuh. Sistem saraf dibentuk oleh milyaran sel saraf, sel-sel ini dihubungkan satu sama lain untuk membentuk jaringan kerja otot yang sangat luas. Sel-sel saraf membawa pesan dalam bentuk impuls elektrik dan bergerak dengan kecepatan tinggi diseluruh tubuh agar tetap terpelihara dan berfungsi secara normal.

DAFTAR PUSTAKA

http:/wordbiology.wordpress.com/2009/11/01/system-saraf/
http/www.scribd.com/doc/18278324/kliping olahraga
http//library.usu.ac.id/download/fk/06001194.pdf
Tulisan Dikdik Zafar Sidik dalam “ Periodisasi Latihan Kekuatan Otot Untuk Olahraga Dominan Cepat “
Power Point “ Penerapan Konsep Neuromuscular dalam  Olahraga “ oleh Prof. Dr. dr. James Tangkudung, Sportmed, M.Pd

Tidak ada komentar:

Posting Komentar