I.
PENDAHULUAN
A. Latar
Belakang
Dilihat dari kajian Fisiologi dan
berbicara mengenai pelatihan fisik khususnya kekuatan, apabila kita akan
melatih, maka kita harus mengetahui dan memahami tentang otot - otot dan fungsi
gerak dari sistem persendian sehingga dapat memaksimalkan latihan. Tidak
ketinggalan pula dengan mengetahui sistem saraf maka kita bisa menyadari bahwa
dari sistem inilah berasal segala fenomena
kesadaran, pikiran, ingatan, bahasa, sensasi dan gerakan. Oleh karena itu maka
diharapkan pelatih harus mengetahui dan mempelajari tentang “ Neuromuscular “
sehingga dapat melakukan penerapannya di dalam olahraga, hal ini
diimaksudkan adalah sebagai usaha untuk meningkatkan prestasi bagi atlet
- atletnya.
II. PEMBAHASAN
Neuromuskuler adalah dua system yang
tidak dapat di pisahkan dalam kehidupan sehari-hari , terutama dalam keadaan
olahraga. Muskuler (perototan) dalam funsinya adalah mengerut
/memendek/kontraksi. Dalam pemendekan , otot di rangsang (dikontrol) oleh system
neoru/saraf sehingga otot terkontrol kekuatan,akurasi, dan pawer –nya.
Hal ini di sebabkan semakin besar berkehendak ,semakin kuat dan cepat
kontraksinya sehingga tidak mungkin otot menampilkan kerjanya dengan baik tampa
sumbangan dari saraf.dalam bahasa Indonesia
Neoro = saraf dalam bahasa Indonesia
berfungsi menerima sensor (penerima rangsaan) dan muskeler adalah otot sebuah jaringan dalam tubuh dengan kontraksi sebagai tugas utama. Otot diklasifikasikan menjadi tiga jenis yaitu
otot lurik, otot polos dan otot jantung. Otot menyebabkan pergerakan suatu
organisme maupun pergerakan dari organ dalam organisme tersebut.
1. Jaringan
saraf, jenis – jenis saraf dan fungsinya
Jaringan adalah sekumpulan sel yang pekerjaaannya
tersusun menjadi satu dan mempunyai fungsi tertentu. Jaringan ini dibagi
menjadi jaringan penutup, jaringan penunjang, jaringan otot, jaringan
saraf, jaringan cairan. Berdasarkan jenis dan
fungsinya yaitu:
·
Syaraf sensori menyampaikan informasi dari luar ke sistem syaraf pusat;
·
Syaraf motorik menyampaikan informasi dari sistem syaraf pusat ke organs
efektor, yaitu otots dan kelenjars;
·
Refleks merupakan kerja sama antara sya-raf sensori, syaraf motorik dan
sistem sya-raf pusat,
Sistem saraf tersusun oleh
berjuta-juta sel saraf yang mempunyai bentuk bervariasi. Sistem ini meliputi
sistem saraf pusat dan sistem saraf tepi. Dalam kegiatannya saraf mempunyai
hubungan kerja seperti mata rantai ( berurutan )antara reseptor dan efector.
Reseptor adalah satu atau sekelompok sel saraf dan sel lainnya yang berfungsi
mengenali rangsangan tertentu yang berasal dari luar atau dari dalam tubuh.
Efektor adalah sel atau organ yang menghasilkan tanggapan terhadap ransangan.
Contohnya kelenjar dan otot.
Sistem saraf yang terdiri dari jutaan sel saraf (
neuron ) memiliki fungsi mengirimkan pesan ( impuls ) yang berupa ransang atau
tanggapan. Pada struktur sel saraf, setiap neuron terdiri dari satu badan sel
yang di dalamnya terdapat sitoplasma dan inti sel. Dari badan sel inilah keluar
dua macam serabut saraf, yaitu dendrit dan akson (neurit ). Dendrit berfungsi
mengirimkan impuls ke badan sel saraf, sedangkan akson berfungsi mengirimkan
impuls dari badan sel ke jaringan lain. Akson biasanya sangat panjang,
sebaliknya dendrite pendek.
Kelompok – kelompok serabut saraf, akson dan dendrit
bergabung dalam satu selubung dan membentuk urat saraf. Sedangkan badan sel
saraf berkumpul membentuk ganglion atau simpul saraf.
2.
SINAPSIS
Sinapsis adalah titik temu antara
terminal akson salah satu neuron dengan neuron lain. Sinapsis dibentuk oleh
terminal akson yang membengkak. Di dalam sitoplasma sinapsis, tonjolan sinapsis
terdapat struktur kumpulan membran kecil berisi neurotransmitter yang
disebut vesikula sinapsis. Ketika impuls mencapai ujung neuron, vesicular
akan bergerak, lalu melebur dengan membran pra sinapsis dan melepaskan
asetilkolin. Asetilkolin berdifusi melalui celah sinapsis, lalu menempel pada
reseptor di membran post sinapsis. Penempelan asetilkolin pada reseptor
menimbulkan impuls pada sel saraf berikutnya.
Karenanya sinapsis bisa dibedakan atas :
a.
Dendritik sinapsis ( dendritic synapse )
Sinapsis jenis ini terbentuk akibat bertemunya akson
dari neuron pre sinapsis dengan dendrite dari neuron post sinapsis.
b.
Somatil sinapsis ( somatic synapse )
Sinapsis jenis ini terbentuk akibat bertemunya akson
dari neuron pre sinapsis dengan badan sel dari neuron post sinapsis.
c.
Akson sinapsis ( axonal synapse )
Sinapsis jenis ini terbentuk akibat bertemunya akson
dari neuron pre sinapsis dengan akson dari neuron post sinapsis.
3.
Jaringan otot
Jaringan otot adalah sekumpulan sel-sel otot, yang
terdiri dari sel-sel otot yang bentuknya panjang dan ramping, tiap otot
mempunyai serabut otot dan serabut otot ini dikumpulkan menjadi sebuah alat
tubuh yang disebut otot ( daging )
Jaringan otot dapat dibedakan menjadi 3 macam :
a.
Jaringan otot polos
Jaringan otot polos berbentuk kumparan, yaitu
ujungnya meruncing dengan bagian tengahnya membesar dan mempunyai satu inti
sel. Jaringan otot polos ini mempunyai serabut-serabut ( fibril ) yang
homogen sehingga bila diamati di bawah mikroskop tampak polos atau tidak
bergaris – garis. Otot polos berkontraksi secara reflex dan di bawah pengaruh
saraf otonom. Kerja otot polos tidak dipengaruhi oleh kehendak kita, maka otot
ini disebut otot tak sadar.
b.
Jaringan otot lurik/otot rangka
Nama lain dari otot lurik ini adalah jaringan otot
rangka karena sebagian besar jenis otot ini melekat pada kerangka tubule.
Kontraksinya menurut kehendak kita dan di bawah pengaruh saraf sadar. Dinamakan
otot lurik karena bila dilihat di bawah mikroskop tampak adanya garis gelap dan
terang berselang – selang melintang di sepanjang serabut otot.. Fungsi otot
lurik ini adalah untuk menggerakkan tulang dan melindungi kerangka dari
benturan keras.
c.
Jaringan otot jantung
Jaringan otot ini hanya terdapat pada lapisan tengah
dinding jantung. Terdiri dari serabut otot yang bercabang - cabang dan berinti
banyak. Strukturnya menyerupai otot lurik, meskipun begitu kontraksi otot
jantung secara refleks serta reaksi terhadap rangsang lambat. Kerja otot
jantung kontraksinya dipengaruhi oleh saraf tidak sadar. fungsi otot jantung
ini adalah untuk memompa darah ke luar jantung
3.1.TIPE –TIPE SERABUT OTOT
Pada prinsipnya penelitian membedakan 2 tipe serabut
otot, yakni serabut otot merah dan serabut otot putih. Serabut otot dengan isi
myoglobin yang lebih banyak berwarna merah penting untuk mendapatkan energi
aerob atau biasa disebut kedut lambat. Sedangkan otot yang kandungan ATPnya
lebih banyak warnanya putih ( pucat ), syarat penting untuk mendapatkan energi
anaerob atau kedut cepat. Serabut otot merah yang lambat itu penting untuk
penyediaan energi aerob ( karena kandungan myoglobin yang tinggi ), sehingga
merupakan persyaratan penting untuk kerja yang harus dilakukan untuk waktu
lama. Dan serabut otot putih merupakan syarat optimal untuk penyediaan energi
anaerob ( penyediaan energi anaerob terjadi dengan kecepatan yang berbeda -
beda, walaupun juga tergantung dari bawaan/bakat.
III. PENUTUP
Sistem saraf
berperanan penting dalam mengkoordinasi dan mengontrol aktivitas tubuh. Sistem
saraf dibentuk oleh milyaran sel saraf, sel-sel ini dihubungkan satu sama lain
untuk membentuk jaringan kerja otot yang sangat luas. Sel-sel saraf membawa
pesan dalam bentuk impuls elektrik dan bergerak dengan kecepatan tinggi
diseluruh tubuh agar tetap terpelihara dan berfungsi secara normal.
DAFTAR PUSTAKA
http:/wordbiology.wordpress.com/2009/11/01/system-saraf/
http/www.scribd.com/doc/18278324/kliping
olahraga
http//library.usu.ac.id/download/fk/06001194.pdf
Tulisan
Dikdik Zafar Sidik dalam “ Periodisasi Latihan Kekuatan Otot Untuk Olahraga
Dominan Cepat “
Power Point “
Penerapan Konsep Neuromuscular dalam Olahraga “ oleh Prof. Dr. dr. James
Tangkudung, Sportmed, M.Pd
Tidak ada komentar:
Posting Komentar